Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All posts by DIFA Oral Health Center

C1t0q9CUQAEunGz

Tahukah kamu, bahwa Indonesia memiliki indeks karies yang tinggi?

Tahukah kamu, bahwa gigi yang berlubang (karies) digolongkan ke dalam penyakit infeksi bakteri loh. Nah ternyata menurut FDI, indonesia ini digolongkan dalam negara dengan indeks  tinggi, bahkan diatas Malaysia dan Brunei. Dimana rata-rata penduduk Indonesia memiliki gigi berlubang di atas 3-5 gigi.

Nah, pernahkah terpikir sebenarnya bagaimana cara mengetahui index karies itu?

Dalam ilmu epidemiologi, ilmu yang menilai pola kesehatan/penyakit dalam suatu populasi, mengenai karies gigi, ada yang namanya indeks DMFT. Indeks DMFT ini menjadi indeks yang penting sekali dalam menilai tingkat karies di suatu populasi.

Apa sih Indeks DMFT itu? Yuk coba kita simak gambar berikut:

C1uJ2p6UsAA2MF0

Indeks DMFT adalah singkatan dari Decay, Missing, Filling Teeth. Indeks DMFT menghitung jumlah gigi yang berlubang (decay), hilang karena pencabutan (Missing), dan gigi lubang yang sudah ditambal (filling). Semakin tinggi indeks DMFT dalam suatu populasi, maka menunjukkan semakin banyak orang di populasi tersebut yang memiliki gigi berlubang (karies).

Nah indeks DMFT ini bisa jadi salah satu resolusi tahun baru kita loh. Terutama bagi yang sudah memiliki anak.

Coba kita sama-sama menghitung berapa jumlah indeks DMFT kita, kemudian kita jaga agar anak-anak kita jangan sampai memiliki Indeks DMFT yang lebih besar dari kita. Karena semakin tinggi indeks DMFT, semakin tinggi pula resiko karies kita.

C1uQLIhUcAAdI1E

Gimana cara ngitungnya? Nah, bisa dilihat di postingan Cek Kesehatan Gigi dan Mulut!

Read More
featured_designthinking-1800x1013

Mencari Solusi Untuk Sistem Kesehatan di Indonesia

Kami membuat Difa Oral Health Center dengan tujuan ingin meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia melalui kesehatan gigi dan mulut.

Untuk itu kami ingin melibatkan teman-teman sekalian untuk terlibat dalam menggali permasalahan apa yang selama ini dirasakan mengenai kesehatan gigi dan mulut, dan sama-sama memikirkan solusi yang tepat dalam meningkatkan layanan kesehatan gigi dan mulut.

Yuk, kita berkontribusi teman-teman sangat peting untuk kemajuan sistem kesehatan di Indonesia.

SURVEY PERMASALAHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT.

Terimakasih atas pertisipasinya!

Salam sehat,

28 Agustus 20

Read More
breastfeeding week

Pengaruh Menyusu Terhadap Tumbuh Kembang Rahang Anak

drg. Adianti, Sp. Ort

Dalam rangka pekan ASI dunia, yuk mari kita bahas manfaat ASI dari segi tumbuh kembang rahang bayi kita.

Manfaat breastfeeding atau menyusui ASI secara langsung dari payudara ibu telah lama diketahui memiliki dampak psikologis yang besar bagi ibu dan anak. Namun, tahukah moms bahwa dengan memberikan ASI secara langsung (meneteki) maka kita dapat mencegah kemungkinan terjadinya kelainan postur rahang pada bayi kita?

Luz, Garib, dan Auroca (Am J Orthod Dentofacial Orthop 2006;130:531-4) mengatakan bahwa salah satu keunggulan menyusu secara langsung adalah mencegah kelainan perkembangan rahang bawah.

Nah, apa saja kelainan postur rahang yang mungkin dialami anak yang TIDAK menyusu secara langsung?

Kobayashi dkk dalam American Journal of Orthodontic Dentofacial and Orthopedic pada tahun 2010 mengatakan bahwa anak yang tidak pernah menyusu secara langsung dari ibunya akan memiliki resiko untuk mengalami gigitan silang pada gigi belakang 20 kali lebih besar dibanding anak yang menyusu secara langsung selama 12 bulan atau lebih.

Buat yang bingung apa itu gigitan silang, Crossbite Posterior atau gigitan silang pada gigi belakang adalah kelainan dengan posisi gigi-gigi belakang rahang atas berada lebih ke dalam dibandingkan gigi-gigi belakang rahang bawah pada saat menggigit. Bila keadaan ini dibiarkan selama masa tumbuh kembang, maka dapat dipastikan rahang atas akan terhambat pertumbuhannya karena terhalang oleh rahang bawah. Pada kasus yang berat, maka akan menyebabkan kelainan pada wajah.

Selain itu moms, ternyata dengan menyusu secara langsung, maka kemungkinan anak untuk memiliki kebiasaan buruk mengisap dot juga akan berkurang. Aruda dkk (Braz Oral Res. 2009 432 Oct-Dec;23(4):432- 8) mengatakan bahwa anak yang tidak menyusu secara langsung memiliki kemungkinan yang besar untuk memiliki kebiasaan mengisap/mengenyot bila dibandingkan anak yang menyusu secara langsung (non-breastfed dibandingkan dengan breastfed). Puppin & Degan (J Dent Child.2004;71:148-151) juga mengatakan bahwa anak yang menyusu secara langsung hingga usia 3 tahun tidak akan memiliki kebiasaan untuk mengisap dot.

Ingat artikel difa sebelumnya mengenai kebiasaan buruk yang dapat mengubah postur rahang

Salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan banyak kelainan pada tumbuh kembang rahang anak kita adalah menghisap dot yang berkepanjangan. Ternyata nih kebiasaan buruk ini dapat dihindari dengan menyusui anak secara langsung.

Happy breastfeeding moms! Setelah menyusui lupa dibersihkan ya, gigi anaknya.

poster ASI

Read More
minum

Anjuran Minum Air 8 Gelas Sehari, Mitos atau Fakta?

Minumlah air 8 gelas sehari! Siapa yang belum pernah denger jargon/anjuran tersebut?

Ada yang baru ngebayanginnya aja udah mual duluan. “Duh gak kebanyakan tuh?”. Di sisi lain, ada juga yang sudah rutin menuruti anjuran itu setiap hari dan bukan hanya di bulan puasa.

Tapiiii… bener gak sih, tubuh kita butuh asupan air hingga sebanyak 8 gelas perhari?

Maka melanjutkan tulisan sebelum ini, tentang tips minum 8 gelas sehari selama bulan puasa, mari kita telaah, apakah anjuran tersebut mitos, atau fakta.

Pertama, apa kenapa sih air penting untuk tubuh kita?

Air didefinisikan sebagai nutrisi penting, karena diperlukan dalam jumlah yang melebihi kemampuan tubuh untuk memproduksi sendiri. Semua reaksi biokimia dalam tubuh terjadi di dalam air. Air juga mengisi ruang-ruang di dalam dan di antara sel-sel serta membantu membentuk struktur molekul besar seperti protein dan glikogen. Air juga diperlukan untuk pencernaan, penyerapan, transportasi, melarutkan nutrisi, penghapusan produk limbah dan termoregulasi (Kleiner 1999).

Berat tubuh kita terdiri dari 50-80% air, tergantung pada massa otot. Pria biasanya memiliki massa otot dan persentasi kandungan air lebih tinggi daripada wanita.

Waduh, berarti kita memang butuh air banyak banget ya?

Tunggu dulu, kebutuhan kita terhadap air berbeda-beda setiap individu, semuanya terkait dengan sistem metabolisme di dalam tubuh. Kebutuhan air pada perempuan dan lelaki beda, anak-anak dan orang dewasa beda juga, buat yang rajin olahraga dan kerja fisik tentunya juga beda sama yang kerja nya tidak memerlukan banyak gerakan…

Teori sebelumnya mengatakan bahwa untuk dewasa, kebutuhan air hariannya sekitar 2.500-3.000 mL, setara dengan 8 gelas atau lebih.

Menurut penelitian terbaru tentang jumlah air yang sebaiknya kita konsumsi, yang mencoba membantah teori minum 8 gelas sehari, merekomendasikan untuk minum sekitar 900-1.600 mL sehari atau sekitar 4-6 gelas.

Wah berarti selama ini kita minum kebanyakan donk?

Belum tentu juga sih, soalnya kalau diperhatikan ukuran gelas di Indonesia rata-rata masih sekitar 200ml-an. Jadi secara hitung-hitungan masih masuk lah.

Kenapa kita hanya perlu minum air dalam jumlah itu? Karena makanan padat pun turut memberikan kontribusi sekitar 20% dari total asupan air atau sekitar 700-1.000 mL (NNS 1995). Tambahan sekitar 200-250 mL air juga tersedia di dalam tubuh berupa hasil dari metabolisme, karena tubuh harus mempertahankan jumlah air minimal untuk mempertahankan beban ginjal tetap stabil.

Sehingga kalau di total jumlah air yang ada di dalam tubuh kita ya mendekati angka teori lama, yaitu sekitar 2.200-2.900 mL.

Berikut tabel total kebutuhan air berdasarkan usia:

[tab title=”BAYI“]

Usia                               Kebutuhan Air

0-6 bulan                       700 mL
7-12 bulan                     800 mL[/tab] [tab title=”Anak-Remaja“]

Usia                               Kebutuhan Air

1-3 tahun                      1.000 mL
4-8 tahun                      1.200 mL

Anak Perempuan

Usia                               Kebutuhan Air

9-13 tahun                    1.400 mL
14-18 tahun                  1.600 mL

Anak Laki

Usia                               Kebutuhan Air

9-13 tahun                      1.600 mL
14-18 tahun                    1.900 mL[/tab] [tab title=”Dewasa“]

Perempuan

Usia                               Kebutuhan Air

>19 tahun                    2.100 mL

Laki

Usia                               Kebutuhan Air

19 tahun                      2.600 mL[/tab] [tab title=”Hamil & Menyusui“]

Ibu Hamil

Usia                               Kebutuhan Air

14-18 tahun                  1.800 mL
19-50 tahun                  2.300 mL

Ibu Menyusui

Usia                               Kebutuhan Air

14-18 tahun                  2.300 mL
19-50 tahun                  2.600 mL[/tab]

Jadi, bijaklah dalam mengkonsumsi air. Minumlah sewajarnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Salam sehat,
drg. Dita Firdiana

Read More
tips-minum-bulan-puasa

Tips Minum Air di Bulan Puasa

Puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi umat muslim. Ketika tiba waktu berbuka puasa kadang kita suka lupa memberikan hal yang paling dibutuhkan oleh tubuh kita. Yaitu minum air mineral (putih).

“Tapi saya kan sudah minum teh manis?” atau “Tadi kan udah buka pake es buah.”

Iya sih, kita mungkin tidak akan lupa minum, apalagi setelah berpuasa seharian. Tapi sudah cukupah asupan air yang kita minum? Karena kurang minum dapat menyebabkan dehidrasi, dan kita yang sedang berpuasa rentan banget mengalami dehidrasi.

Saya sendiri sebagai mantan jemaah al-gelonggongiah yang terbiasa minum air sebanyak-banyaknya tepat sebelum imsyak, mulai puasa tahun ini mencoba lebih sehat dengan membagi-bagi jatah minumnya di jam-jam lain..

Poster diatas udah cukup merangkum gimana caranya agar asupan air untuk tubuh kita di bulan puasa tetap terpenuhi, sekaligus gak bikin kembung karena gak harus semua diminum dalam satu waktu yang bersamaan..

Selamat mencoba…

Salam sehat,
drg. Dita Firdiana

Read More
fasting

Tips Lancar Jalani Shaum/Puasa

Halo sahabat Sehat, setelah sebelumnya kita berbagi tips menjaga menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa, nah kali ini kita mau share tips dari PAPD I(Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam) yang banyak beredar di grup-grup chat. Terlepas dari benar atau tidaknya, karena sebagian besar isinya mirip sama artikel DifaOHC sebelumnya maka kita yakin kalau share ini gak akan berbahaya dan isi yang terkandung di dalamnya benar adanya…

dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberikan Tips lancar Jalani Shaum/Puasa secara umum untuk seorang berusia lanjut dan juga semua kalangan.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

1. Saat Sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi Pasalnya, dua asupan tsb membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

2. Sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

3. Saat Tajjil/Awal berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi Kurma, karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.

4. Mengonsumsi pisang saat Ifthor/berbuka sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

5. Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung, cc koroner dan hipertensi.

6. Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

7. Konsumsi Air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

8. Hindari terlalu banyak minum Es, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menunaikan ibadah Shaum dan ibadah lainnya di bulan Suci Ramadhan…. Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan khusyu’ serta ikhlas menjalankannya.Aamiin

MARHABAN YAA RAMADHAN, Mohon MAAF Lahir Batin ..

Salam Sehat,

Read More
Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa Ramadhan

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa Ramadhan

drg. Dita Firdiana

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan bagi yang beragama islam. Dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, ada beberapa tips menjaga kesehatan gigi agar tidak mengganggu ibadah puasa kita.

1. Menyikat Gigi 2x Sehari, Setelah Makan Sahur dan Sebelum Tidur
Menyikat gigi menggunakan pasta gigi ber-fluoride setelah makan sahur dan sebelum tidur di malam hari wajib dilakukan agar sisa-sisa makanan yang ada di mulut bisa dibersihkan sehingga tidak diubah oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam yang dapat mengakibatkan karies/lubang gigi.

2. Membersihkan Lidah
Jangan lupa untuk menyikat juga permukaan lidah Anda selagi menyikat gigi agar kuman-kuman penyebab bau mulut dari sisa makanan yang tidak terlihat juga dapat dibersihkan.

3. Berkumur Saat Berwudhu
Saat berwudlu sebelum sholat, berkumurlah dengan benar. Ini gunanya untuk membersihkan kotoran-kotoran dan bakteri di dalam mulut khususnya di sela-sela gigi. Berkumur saat wudhu terutama bagi umat muslim yang menjalankan ibadah shalat lima waktu dalam sehari juga dapat membantu mengurangi gejala mulut kering saat kita berpuasa, tentunya jangan sampai lupa apalagi sengaja hingga tertelan ya. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi Anda yang berpuasa untuk mengalami kekeringan di rongga mulut.

4. Perbanyak Minum Air Mineral Saat Sahur dan Berbuka
Air mineral adalah komponen utama dari tubuh kita. Tapi yang lebih penting lagi air mineral juga komponen utama dari air liur yang berfungsi untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi dan juga mengandung mineral-mineral yang diperlukan gigi. Banyak minum juga dapat mencegah dehidrasi, dan menghindari bau mulut yang disebabkan oleh mulut kering.

Hindari minuman yang mengandung soda dan kafein karena dapat merusak dan mewarnai gigi (udah lihat video #difaEDU mengenai ini?).

5. Perbanyak Makan Makanan yang Berserat Tinggi (Buah dan Sayuran) saat Sahur dan Berbuka
Kandungan vitamin, mineral dan serat yang terdapat dalam buah dan sayuran dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut terlebih saat puasa. Rasulullah SAW saja membiasakan selalu berbuka dengan buah kurma.

6. Stop Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk seperti merokok selain hukumnya haram juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan jaringan periodontal. Selain itu merokok juga bisa membuat rongga mulut menjadi kering, yang mana bisa menjadi salah satu penyebab bau mulut. Gak mau donk ya?

7. Hindari Obat Kumur yang Mengandung Alkohol
Obat kumur yang mengandung Alkohol dapat menyebab rongga mulut menjadi lebih kering, yang mana bisa meningkatkan resiko bau mulut. Ih, puasa kan mulut udah kering ya, masa mau di tambahin jadi lebih kering(?)

8. Periksa Gigi Secara Rutin
Lakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin dan berkala minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut anda. Nah menjelang Puasa Ramadhan seperti sekarang adalah salah satu waktu yang tepat untuk pergi mengunjungi dokter gigi langganan Anda.

Demikian tips menjaga kesehatan gigi selama puasa di bulan Ramadhan agar dengan gigi sehat, dan insyaAllah dalam menjalankan amal ibadah kita pun menjadi lebih maksimal.

Salam sehat,

Referensi:

Peedikayil FC, Thomas A, Naushad MC, Narayanan A. Management of muslim dental patient while fasting. Eur J Gen Dent 2014;3:82-4
AHC of University Minnesota
Factors Influencing Smoking Behaviour Changes during Ramadan among Malay Male Students. J Fasting Health. 2015; 3(3):97-102.

Read More
44ca441b-ce77-4c8c-a5e3-0978bba48321

Komunitas Difa OHC di #WinterMeetsSummer Festival #Sensociety Sensodyne

Pada hari sabtu dan minggu tanggal 7 dan 8 Mei 2016 lalu, Difa Oral Health Center bersama 7 komunitas lainnya ikutan di acaranya Sensodyne yaitu Winter Meets Summer Festival sebagai bagian dari #sensociety.

Tujuh komunitas lain yg juga ikut terlibat adalah Komunitas Historia Indonesia, Gugah Nurani Indonesia, Free diving, Backpacker Jakarta, Garuda Baseball and Softball, Sartria Motor Club, dan Indo Sweat Camp.

d4a165d3-f2e3-4b99-9ff0-5e921022f1aa

Di acara ini kami dari komunitas diberi kesempatan oleh Sensodyne #sensociety untuk menceritakan mengenai kegiatan komunitas dan juga projek ke depan dari setiap komunitas.

Kalau Difa Oral Health Center sendiri berada di acara Winter Meets Summer Festival ini sebagai bagian dari pengenalan gerakan edukasi kesehatan gigi dan mulut  kepada pengunjung acara ini dan juga teman-teman komunitas lainnya. Serta untuk memperkenalkan gerakan Dokter Untuk Semua, yaitu suatu gerakan untuk menyadarkan dokter untuk melayani semua lapisan masyarakat, terutama pada teman-teman ODHA yang selama ini sulit mendapat akses kesehatan gigi dan mulut yang manusiawi.

Emang sedikit aneh si, kok klinik gigi ikutan acara komunitas, tapi ternyata buat kita acara ini membawa manfaat yang banyak banget, yaitu menjadi batu loncatan Difa OHC untuk mejalin kerjasama dengan komunitas lainnya.

Nah, kira-kira bentuk kerjasama apa ya yang akan dilakukan oleh Difa OHC bersama komunitas di #sensociety ini?

Tunggu tanggal mainnya ya \o/

Read More
sensociety-7 mei 2016

Winter Meets Summer Festival with Sensodyne and Difa OHC

Yuk ajak teman dan keluarga untuk bergabung bersama Difa Oral Health Center dan Sesodyne di acara Winter Meets Summer Festival tgl 7-8 Mei 2016 di area parkir Gandaria City \o/

Ada apa aja disana?

Disana bakal ada aneka macam kuliner panas dan dingin yang bisa kamu nikmati. Selain itu akan ada 8 komunitas keren yang bakal ngisi acara di acara Winter Meets Summer Festival ini.

Siapa aja 8 komunitas keren yg akan ada disana? Tentu salah satunya adalah Difa Oral Health Center :))

Difa Oral Health Center emang komunitas?? Iya dong, kita adalah komunitas orang-orang yang peduli akan kesehatan gigi dan mulut dan kumpulan orang-orang yang membuat upaya promosi kesehatan gigi dan mulut menjadi menyenangkan.

Penasaran gak sih sama apa yang akan dilakukan Difa Oral Health Center di acara Winter meets Summer Festival ini?

Makanya yuk, catet tanggal dan tempatnya. Dan ajak seluruh teman dan keluarga kamu ke Winter Meets Summer Festival.

Sampai jumpa ya 🙂

cover acara sensodyne (1)

 

Read More
poster acara VCT (2)

Dokter Untuk Semua: Voluntary Counseling and Testing HIV 15 Mei 2016

Apakah selama berperaktek sebagai dokter gigi pernah merasa curiga mengenai jangan-jangan pasien ini HIV?

Sebagai dokter gigi tentu kita sudah dibekali mengetahui gambaran oral dari HIV/AIDS. Dan kita tahu bahwa gambaran oral tertentu mengarahkan pada kemungkinan adanya infeksi HIV pada pasien.

Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kita sebagai dokter gigi menyampaikan ke pasien?

Hari Minggu, Tanggal 15 Mei 2015. Pukul 10-16 WIB, di Difa Oral Health Center

Bersama dokter Lusia Sirait, seorang dokter umum yang malang melintang di dunia konseling dan pengobatan HIV dan saat ini menjadi tim Poli HIV di Puskesmas Koja, Dokter gigi Sarah Mersil, dokter gigi spesialis penyakit mulut dan Dosen Universitas Mustopo, dan Suksma Ratri, aktivis ODHA yang sudah malang melintang dalam kegiatan penanggulangan HIV baik di tingkat nasional maupun internasional.

Materi:

1.Gambaran dan penyakit sistemik dari pasien HIV/AIDS – dr. Lusia Sirait

2.Manifestasi oral dari HIV – drg Sarah Mersil Sp.PM

3. Teknik konseling dan testing HIV – Suksma Ratri

4. Simulasi konseling dan testing HIV dan games

Investasi hanya sebesar Rp.300.000,- dan peserta terbatas hanya untuk 10 orang.

Mari menjadi dokter untuk semua kalangan, dan mari membantu pasien dalam mendeteksi HIV melalui pengetahuan anda sebagai dokter gigi..

Read More
Skip to toolbar