Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All posts by DIFA Oral Health Center

quote dr zaenal abidin

Mengapa dokter gigi harus membekali diri dengan pengetahuan tentang HIV?

Program bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) dan WHO memperkirakan sekitar 4,9 juta orang hidup dengan HIV di Asia pada tahun 2007, termasuk 440.000 orang yang baru terinfeksi pada tahun terakhir. Di wilayah Pasifik diperkirakan 75.000 orang hidup dengan virus ini dengan 14.000 terinfeksi pada tahun 2007. Pada wilayah ini, Papua Nugini memiliki beban penyakit terbesar dengan lebih dari 70% junmlah total dari odha di kawasan Pasifik.

Sebagian besar individu dengan infeksi HIV tidak menyadari status HIV dan datang ke sistem layanan kesehatan pada stadium lanjut, saat respon pengobatan kurang menguntungkan. Mereka datang pada keadaan lanjut oleh karena kurangnya tingkat kesadaran mengenai resiko perorangan terhadap infeksi HIV atau terhalang oleh kekhawatiran terhadap diskriminasi dan sigmatisasi, yang keduanya dapat menghalangi orang-orang untuk menjalani tes. Di sisi lain, dapat pula hilang kesempatan untuk diagnosa dini HIV saat pasien datang kepada tenaga kesehatan yang kurang berpengalaman dengan keadaan klinis umum pada infeksi HIV dalam berbagai stadium penyakitnya.

Deteksi dini infeksi HIV penting untuk berbagai alasan. Konseling dan intervensi dapat diterapkan untuk mencegah penularan HIV yang berlanjut kepada orang lain. Upaya-upaya untuk mengurangi resiko yang dapat memperkuat yaitu penggunaan kondom secara konsisten, menghidari penggunaan jarum suntik bersama-sama, dan menggunakan obat anti retroviral untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi. Seorang pasien datang pada stadium dini infeksi HIV dapat dimonitor secara ketat sehingga kombinasi antiretroviral dapat dimulai pada waktu yang tepat untuk mencegah perburukan penyakit.

Dokter gigi dapat berperan dalam upaya deteksi dini infeksi HIV pada pasien melalui bekal pengetahuan keadaan klinis umum maupun ciri klinis pada rongga mulut. Nah sebagai tenaga kesehatan maukah anda menambah pengetahuan mengenai HIV dan turut berpartisipasi dalam program penanggulangan HIV bersama PBB dan WHO?

Sumber: Buku Inikah HIV? Buku Pegangan Petugas Kesehatan, The Australlian Society for HIV Medicine ASHM, 2009

Read More
dokter gigi pasien hiv cover

Dokter Gigi, Pasien HIV, Konseling HIV dan Testing HIV

drg. Widya Apsari Sp.PM

Ini adalah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya, ketika saya merujuk seorang pasien untuk tes HIV, dan kemudian pasien tersebut datang kembali dan mengucapkan terimakasih kepada saya.

Hari itu adalah hari minggu, ketika ada seorang pria datang menemui saya karena keluhan pada gusinya. Pria ini berperawakan tegap, muda, dan dengan kemeja santai yang disetrika rapih dan dipadukan dengan jeans dan sepatu kets. Tidak ada beda dengan pria kebanyakan di Jakarta.

Seperti ritual saya dengan pasien lainnya, kami pun saling berjabat tangan dahulu untuk memperkenalkan nama masing-masing. Kemudian beliau mulai bercerita kepada saya mengenai keluhan pada gusi yang sudah dirasa sejak 3 hari belakangan ini. Keluhan yang dirasa adalah sakit dan nyeri yang teramat sangat.

Sepintas terdapat bagian berwarna keabu-abuan pada ujung gingiva interdental papila (bagian gusi berbentuk segitiga pada gusi di antara 2 gigi), dan terlihat ada ulcer pada mukosa pipi (luka menyerupai sariawan pada kulit di bagian dalam pipi) yang menghadap pada bagian yang berwarna abu pada gusi tersebut.

Jujur ini bukan merupakan kali pertama saya melihat lesi (luka) pada gusi semacam ini pada pasien. Sepanjang saya bertugas di RSCM, semasa menempuh pendidikan sebagai dokter gigi spesialis melihat berbagai lesi pada rongga mulut memang sudah hal yang umum saya temukan, termasuk juga kondisi gusi pada pasien ini.

Namun posisi saya saat itu adalah saya masih menjadi dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis, segala keputusan yang saya buat pada pasien  ada di bawah superfisi dokter penanggung jawab pasien. Sedangkan pada saat ini, saya sudah menyandang gelar sebagai Spesiali Penyakit Mulut dibelakang nama saya. Dan pasien ini datang dan membayar saya secara profesional, jadi segala hal yang saya ucapkan dan akan saya lakukan harus se-profesional mungkin.

Lesi pada gusi pasien tersebut merupakan gambaran khas dari kondisi penyakit yang disebut dengan Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG). Umumnya terjadi pada seseorang dengan sistem imun yang rendah, bisa karena malnutrisi maupun karena penyakit  yang menurunkan sistem pertahanan tubuh (imun), seperti leukemia dan juga HIV/AIDS.

Melihat perawakan dan juga pola hidup pasien yang saya ketahui dari sesi tanya jawab, sedikit mustahil bila gambaran ANUG tersebut disebabkan oleh kondisi malnutrisi maupun leukemia.

Berarti kemungkinan penyebab terakhir adalah HIV.

Namun untuk mulai membuka pembicaraan mengenai HIV bagi saya, dan mungkin bagi sebagian besar dokter bukan sesuatu hal yang gampang untuk dilakukan. Walaupun sudah 2 kali mengikuti kursus untuk konseling dan testing HIV, namun pada kondisi “real” tetap saja menjadi sulit dan canggung.  Karena saya harus menemukan alasan tepat mengapa harus cek HIV, dan alasan tepat tersebut terletak pada “faktor resiko” HIV pada pasien.

Kata demi kata yang saya susun dikepala, dan saya ucapkan senatural mungkin, dengan ekspresi wajah yang “lempeng” dibutuhkan dalam melakukan upaya menggiring pasien untuk tes HIV.

Mungkin sebetulnya akan menjadi mudah bila saya langsung memberi obat untuk ANUG dan menyuruh pasien pulang. Namun hal itu tidak saya lakukan.  Saya memilih untuk memutar otak menyusun kata-kata yang halus, enak didengar, dan tidak menyinggung pasien, untuk mencari tahu mengapa sampai ANUG ini dapat terjadi pada gusinya. Karena bila benar ANUG ini disebabkan oleh penurunan sistem imun akibat HIV, maka memberikan obat hanya bersifat menutupi proses penurunan sistem imun yang sedang dibuat oleh HIV yang dapat berakibat lebih parah ke depannya.

Dengan segala keterbatasan komunikasi verbal yang saya miliki, setelah hampir 1 jam kita berbicara akhirnya sampai pada satu titik, pasien setuju untuk melakukan tes HIV.

Namun, apakah saya sudah lega karena sudah mendapat kesediaan untuk melakukan tes HIV?

Belum, setelah itu saya masih berpikir, apakah dia betul mau tes HIV, apakah persetujuan itu dilakukan agar saya senang? dan hanya karena ingin mengakhiri sesi konsultasi dengan saya?

Ternyata kemudian 1 bulan kemudian,  pasien tersebut datang kembali ke saya untuk pembersihan karang gigi. Saya sangat ingat tatapan mata dan wajahnya saat itu lebih berseri, jauh berbeda pada saat pertama kali kita bertemu. Saya kemudian berusaha tidak “kepo” untuk bertanya mengenai bagaimana hasil tes HIV nya.

Di saat saya sudah selesai melakukan pembersihan karang gigi, secara mengejutkan, beliau cerita bahwa hasil tes HIV nya adalah positif, namun dibalik itu, ada mengucapkan terimakasih kepada saya karena saya dapat mendeteksi dini keberadaan HIV pada tubuhnya, sehingga dapat menerima terapi ARV sedini mungkin sebelum terjadi fase penurunan sistem imun yang mungkin membuatnya bisa mencapai fase AIDS bila terlambat dalam deteksi HIV.

Menjadi dokter gigi bukan hanya memeriksa kondisi gigi dan mengobati apa yang dikeluhkan oleh pasien. Namun menulusur dan berusaha mencari tahu mengapa kondisi tersebut terjadi juga perlu dilakukan.

Terimakasih yang tidak terhingga karena bersedia memilih dan mempercayakan keluhannya kepada saya, sehingga memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi saya.

Salam sehat selalu dari saya dan seluruh tim Difa Oral Health Center..

Read More
24 april difa Event hari kartini (1)

“Dari Wanita Untuk Indonesia” Persembahan Spesial dari Difa OHC Untuk Wanita Indonesia

Selamat Hari Kartini buat kita semua \o/

Pada hari minggu tgl 24 April 2016 lalu, Difa Oral Health Center mengadalan acara bertajuk “Dari Wanita Untuk Indonesia” dalam rangka memperingati Hari Kartini..

Di acara ini ada 3 orang wanita Indonesia yang menceritakan kisah inspiratif mengenai perjalanan hidup, keluarga, dan juga bisnis yang ditekuni. Ada Dita Firdiana, sebagai founder dari Difa Oral Health Center, Nike Prima dari Living Loving, dan Manda Kumala dari Kartika Jaya Catering yang membagikan cerita inspiratifnya kepada kita semua.

Dita Firdiana adalah seorang dokter gigi, yang sempat tidak ingin melanjutkan studi kedokteran giginya, namun perjalanan hidup justru membawa Dita bukan hanya menjadi dokter gigi, namun mendirikan klinik gigi Difa Oral Health Center.

Kemudian disesi ke dua, Nike Prima menceritakan tentang awal mula karier cermerlang dibidang broadcast yang ditinggalkan karena lebih memilih mengerjakan sesuatu yang dirasakan enjoy sambil mengurus buah hati tercinta.

Dan yang terakhir adalah cerita perjalanan Manda Kumala, yang bangkit dari permasalahan ekonomi sepentinggal ayahnya dengan mendirikan usaha catering bersama ibu dan 2 orang adik laki-lakinya.

Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga  tak ketinggalan berfoto-foto ria dengan 3 orang narasumber luar biasa ini, dan juga melakukan perawatan skin check oleh Diva Beauty Drink dari Kalbe Family sambil menikmati minuman Diva, nyobain body lotion dari Moayu dan merencanakan kunjungan perawatan kecantikan di Moz5 Salon Muslimah.

 

24 april 22

sponsor 24 april

Dan kesimpulannya dari acara ini adalah, yuk para wanita Indonesia, kita punya kekuatan untuk menjalankan kondrat kita sebagai wanita sekaligus menjadi wanita yang memiliki bisnis. Yang punya niat membuat bisnis sendiri, asal ada kemauan, kerja keras, usaha, dan doa, semua hal tidak ada yang mustahil kita lakukan..

Seru banget ya cara perayaan Hari Kartini nya Difa Oral Health Center kali ini. Yuk buat teman-teman yang belum pernah seru-seruan bareng Difa Oral Health Center di #difaEvent, terus simak semua info dari kami ya \o/

Read More
difa-angsamerah cover

Difa Oral Health Center dan Angsamerah in Collaboration (coming soon)

Hari Senin (18/04/2016) lalu tim Difa Oral Health Center berkunjung ke Klinik Yayasan Angsamerah dijalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Mungkin banyak dari tmn2 yg belum tahu apa dan siapa itu Angsamerah.

Angsamerah adalah suatu institusi, klinik dan juga yayasan yang menaungi bagian kesehatan yg jarang dilirik oleh sebagian praktisi kesehatan pada umumnya, yaitu kesehatan reproduksi yang didirikan doleh dokter Nurlan Silitonga.

Kenapa menjadi bidang kesehatan yang tidak dilirik? Padahal reproduksi ini penting sekali untuk kelangsungan peradaban manusia di bumi ya padahal..

Selain itu Angsamerah ini juga terdiri dari berbagai ekspert baik dalam bidang kesehatan pribadi, kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, komunikasi dan public speaking, dan marketing dan yang sering mengadakan pelatihan bagi berbagai kalangan praktisi kesehatan maupun masyarakat umum.

Dan dikesempatan hari senin lalu juga Difa Oral Health Center turut memperkenalkan pola bisnis social enterpreneur dibidang kesehatan khususnya di gigi dan mulut didepan adik-adik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Bahwa suatu bisnis kesehatan bukan berarti menunggu pasien datang berobat saja, namun dengan membuat konten edukasi yang selama ini dilakukan Difa Oral Health Center dapat juga diikuti oleh adik-adik semua dalam melalukan bisnis dibidang klinik kesehatan.

Nah penasaran kan apa bentuk kerjasama antara Angsamerah dengan Difa Oral Health Center? Yuk like. follow, dan subscribe akun sosmed kita ya \o/

Read More
poster 24 april (3)

Dari Wanita Untuk Indonesia #Hari Kartini

Hai semua..

Difa Oral Health Center kembali mengadakan event untuk umum loh.

Dan berbeda dari event Difa Oral Helath Center biasanya ang berhubungan dengan kesehatan, kali ini event yang kita adakan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April.

Apa yang bakal diobrolin?

Kali ini ada kita akan ngobrolin tentang hika-liku perjalanan bisnis dari 3 narasumber yang kereen, yaitu Nike Prima yaitu founder Livingloving.net, kemudian Manda Kumala yaitu owner dari Kartika jaya catering, dan Dita Firdiana yaitu founder dari Difa Oral Health Center.

Ketiga narasumber kece dan keren ini akan berbagi tentang perjalanan jatuh bangunnya merintis bisnisnya masing-masing dan untuk kita sama-sama belajar menjadi yang lebih baik dari mereka, demi Indonesia tercinta ini..

Catet tanggalnya ya !! Hari minggu, 24 April 2016, dari jam 10.00 sampai 13.00, lokasinya di Difa Oral Health Center, jalan benda raya no 98G, Kemang..

Acara ini bakal seru banget karena ada goodie bag dari para sponsor acara.. Apa aja sponsor acaranya? Simak TL twitter @difa_OHC aja..

Tapi karena tempat kami yang terbatas, maka kami cuma bisa menyediakan kursi  untuk 20 orang saja, jadi yang pengen seru-seruan bareng Difa OHC dan para narasumber kece-kece ini harap hubungi no hp 081316506535 (tya) untuk reservasi kedatangan :))

Sampai jumpa tanggal 24 April 2016 :*

Read More
pregnancy and oral health 1

5 Hal yang Semua Perempuan Harus Tahu Tentang Kondisi Gigi dan Mulut

Apa hubungannya kondisi gigi dan mulut sama perempuan? Bukannya gak ada perbedaan gender untuk urusan gigi dan mulut?

Eith, siapa bilang?? Yuk coba kita simak berikut ini

1.Air ludah atau saliva dan hormon estrogen

Kita semua sudah tahu pastinya, kalau pada masa menopouse terjadi penurunan yang signifikan pada hormon estrogen yang akan mempengarhi kondisi fisik dan emosional dari tubuh perempuan. Nah, ternyata untuk mengetahui apakah seorang wanita sudah memasuki fase menopouse atau belum dapat dilakukan pemeriksaan kadar estrogen yang dilihat dalam air ludah.

2.Perempuan dan kelenjar ludah.

Pada kondisi menopouse dan terjadi penurunan pada kadar estrogen, dapat berpengaruh terhadap produksi air ludah oleh kelenjar dan menyebabkan kondisi yang dikenal dengan nama xerostomia atau keluhan mulut kering pada perempuan menopouse.

3.Perubahan hormon perempuan dan kondisi gusi

Perempuan memiliki kecenderungan terjadinya radang gusi yang berhubungan dengan kondisi hormon, terutama pada masa memasuki pubertas dan kehamilan. Radang gusi yang terjadi pada masa pubertas dikenal dengan nama gingivitis pubertas dan pda kehamilan disebut dengan gingivitis gravidarum. Olehkarena itu penting bagi pada perempuan untuk menjaga kesehatan gigi dengan membersihkan karang gigi secara rutin untuk mencegah terjadinya gingivitis tersebut.

4.Menstruasi dan sariawan

Anda sering mengalami sariawan yang hilang timbul? Nah, salah satu pencetus timbulnya sariawan tersebut ternyata adalah kadar hormon yang berubah ketika proses menstruasi.

5. Kesehatan rongga mulut dan kehamilan

Selama ini menganggap kondisi kesehatan gigi tidak berhubungan dengan tubuh, apalagi dengan proses kehamilan? Ternyata penelitian membuktikan bahwa perempuan yang memiliki kondisi radang gusi dan penyangga gigi (periodontitis) memiliki kecenderungan terjadinya kontraksi dini, sampai menimbulkan efek kelahiran bayi prematur, bayi dengan berat badan di bawah normal, bahkan keguguran.

Yuk, segalanya belum terlambat kok, mulai membiasakan menyikat gigi sehari 2 kali, pagi dan sebelum tidur, serta kunjungi dokter gigi secara rutin untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dan membersihkan karang gigi secara rutin.

Dengan cara yang sederhana ini, kita bisa melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit. Yuk ke dokter gigi

Salam sehat,

(wa/2016)

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3401754/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3793432/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3227248/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4195183/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2096416/

Read More
diabetes-ayo ke dokter gigi (1)

5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Bila Menderita Kencing Manis

drg. Widya Apsari Sp.PM

Tahukah anda kasus diabetes di Indonesia pada tahun 2015 sudah mencapai 10 juta kasus. Dengan prevalensi diabetes melitus pada dewasa (20 -79 tahun) mencapai 6,2%.   Kasus kematian akibat diabetes mencapai 161.572 kasus dari 184.985 kasus diabetes melitus pada dewasa.

Selama ini kita hanya mengetahui komplikasi diabetes pada organ tubuh seperti mata, ginjal, dan juga jantung. Namun tahukah anda penyakit diabetes ini juga memiliki komplikasi pada rongga mulut. Berikut ini 5 hal yang harus kita ketahui tentang diabetes dan kondisi rongga mulut:

1. Kondisi diabetes dan obat diabetes yang dikonsumsi secara rutin dapat menyebabkan penurunan jumlah air ludah  menjadi berkurang. Sehingga akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang pada penderita diabetes.

2. Diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada tulang, termasuk pada turang rahang. Sehingga dapat menyebabkan periodontitis atau kerusakan jaringan penyangga gigi, hingga menyebabkan tanggalnya gigi secara spontan.

3. Penurunan ketahanan mukosa (kulit) di dalam rongga mulut, sehingga mudah terkena infeksi jamur dan juga bakteri pada rongga mulut.

4. Penderita diabetes akan mengalami kondisi luka yang sulit sembuh. Kondisi ini umumnya terjadi pasca tindakan pencabutan gigi pada pasien diabetes.

5. Perubahan atau berkurangnya indera pengecapan pada lidah. Sehingga pasien diabetes cenderung menambahkan garam pada makanannya, sehingga terjadi peningkatan resiko penyakit jantung.

Berikut ini adalah 5 kondisi rongga mulut yang dapat terjadi bila kamu terkena diabetes. Namun, yang perlu diingat, bahwa ke 5 kondisi ini dapat juga sebagai petunjuk diagnosis penyakit diabetes melalui pemeriksaan rongga mulut oleh dokter gigi. Sehingga dokter gigi dapat mengarahkan untuk memeriksakan kadar gula darah kamu, untuk diagnosis dini dari diabetes.

Yuk, lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan juga tubuh kamu..

Salam sehat

Read More
fluoride=racun

Fluoride adalah Racun, Benarkah ??

drg. Widya Apsari Sp.PM

Apa itu Fluoride ?

Fluoride merupakan mineral yang secara alami terdapat pada alam, seperti tanah, batu vukanik, dan juga air. Fluoride sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai mineral yang dapat mencegah terjadinya gigi berlubang, dengan cara membentuk susunan gigi yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi asam akibat bakteri dan juga sisa makanan. Adanya asam yang dihasilkan oleh bakteri dan sisa makanan menyebabkan larutnya struktur mineral pada lapisan email gigi sehingga menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Namun proses larutnya mineral pada lapisan email gigi dapat diperbaiki (remineralisasi) oleh adanya fluoride.

Dalam mencegah terjadinya gigi berlubang, fluoride bekerja secara sistemik (dalam tubuh) dan topikal (luar tubuh). Secara sistemik fluoride diperoleh melalui air minum, makanan, dan juga suplemen fluor. Sedangkan secara topikal umumnya didapat dari pasta gigi, obat kumur, dan juga aplikasi fluoride oleh bahan kedokteran gigi oleh dokter gigi.

Secara sistemik, fluoride mencegah gigi berlubang dengan cara berperan dalam proses pembentukan benih gigi di dalam tubuh, sehingga terbentuk struktur gigi yang kuat dan tahan asam. Serta dengan adanya asupan fluoride yang cukup secara sistemik, maka akan menghasilkan air ludah yang mengandung fluoride yang dapat memberikan perlindungan pada gigi secara topikal. Proses pencegahan gigi berlubang dari fluoride secara topikal adalah dengan proses remineralisasi kembali dari mineral gigi yang telah larut oleh asam sebagai penyebab gigi berlubang.

Namun, sama seperti mineral lain yang juga diperlukan oleh tubuh kita, akan menjadi efektif dan bermanfaat bila dalam asupan yang cukup, dan tidak berlebihan.

Sumber Fluoride

Asupan fluoride terdapat dalam air minum secara alami maupun melalui program fluoridasi melalui air mineral, dengan batas aman yang ditentukan oleh WHO (2011) dan Kementrian Kesehatan RI adalah tidak boleh lebih dari 1.5mg/l.

Selain dari air minum, asupan fluoride sendiri dapat didapat dari berbagai bahan makanan dan minuman. Menurut penelitian kadar fluoride tinggi terdapat pada teh, seafood, daging, bayam, dan gelatin. Dan sedikit pada buah citrus, sayuran, susu, dan telur. Namun kadar fluoride dari tiap bahan makanan tersebut bervariasi sesuai dengan kondisi geografis di suatu wilayah.  Diperkirakan asupan fluoride secara alami tidak akan lebih dari 1mg/l, sehingga tidak memiliki efek samping terhadap kesehatan tubuh manusia.

Untuk mengetahui kadar fluoride dari berbagai makanan dapat dilihat disini

Kadar Fluoride pada Produk Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk penggunaan fluoride pada produk kebersihan dan kesehatan gigi mulut umumnya diberikan secara topikal. Pada pasta gigi terdapat kandungan fluoride sebanyak 1.000 – 1.500 mg/kg. Sedangkan pada produk pencegahan gigi berlubang di dokter gigi mengandung fluoride sebanyak 400 – 60.000 mg/kg didalam 10.000 mg/l atau gel.

fluor

Dalam bidang kesehatan pengetahuan mengobati penyakit merupakan hal yang penting, namun pengetahuan mencegah terjadinya penyakit juga tidak kalah pentingnya.

Mari kita kenali dan penuhi asupan fluoride sesuai dengan kadar kebutuhan tubuh, baik melalui sistemik maupun topikal, agar tercipta generasi muda Indonesia yang bebas dari gigi berlubang.

 

Sumber:

  1. http://dinkes.babelprov.go.id/sites/default/files/data/Renc.Program.pdf
  2. http://www.ada.org/~/media/ADA/Member%20Center/FIles/fluoridation_facts.ashx
  3. http://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/fluoride-supplements
  4. http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/fluoride.pdf
  5. http://www.who.int/oral_health/media/en/orh_cdoe_319to321.pdf
  6. http://pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/53_Permenkes%20492.pdf
Read More
Buka Mata Buka Hati cover

Yuk, Mari Kita Buka Mata dan Hati Kita dan Menjadi Dokter untuk Semua Kalangan

Pada tanggal 3 April 2016 kemarin Difa Oral Health Center mengadakan Talkshow bertajuk “Buka Mata Buka Hati – menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-”

Acaranya sangat sukses dan berkesan dengan kehadiran narasumber yang keren banget, ada Mba Suskma Ratri atau Ratri Pearman, atau kita memanggilnya dengan Teh Ratriada Mas Samsu Budiman dari Kuldesak.org , atau kita memanggilnya Om Budz, ada dokter gigi Manuel DHL Sp.PM yang merupakan dosen Departemen Penyakit Mulut dari FKG Universitas Moestopo, dan yang terakhir adalah dokter gigi Widya Apsari Sp.PM yang merupakan salah satu founder Difa Oral Health Center.

Acara ini terbilang sukses dengan dihadiri oleh 25 orang dokter gigi dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu ada dokter gigi dari Bandung, Jakarta, Cibubur, bahkan ada dari Papua.

Sesi pertama diawali dengan sesi curhatan dari Om Budz tentang diskrimikasi yang sering dialami oleh ODHA atau Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS ketika ke dokter gigi, yaitu adanya penolakan oleh dokter gigi bila mengetahui pasiennya adalah seorang ODHA. Hal ini menyebabkan teman-teman ODHA cenderung berbohong atau tidak mengatakan mengenai status HIV nya ketika datang ke dokter gigi. Nah, setelah berlanjut dengan permasalahan diskriminasi ini sesi berikutnya adalah penjelasan tentang HIV dasar yang dibawakan oleh Teh Ratri.

Teh Ratri dengan bahasa yang lugas dan ringan menjelaskan kepada kita mengenai apa itu HIV, apa yang terjadi bila seseorang terinfeksi HIV, bahaimana HIV bisa menular, dan juga apa perbedaan HIV dengan AIDS.

Berbagai pertanyaan seputar stigma dan pemahaman salah mengenai penularan HIV dibahas di sini, mulai dari apakah benar pemberitaan yang mengatakan bahwa dengan menyuntikkan darah yang terinfeksi HIV ke makanan bisa menularkan HIV ke orang lain? Dan apakah benar cipika cipiki dengan ODHA yang berjerawat dapat menyebabkan penularan HIV ? Dan berbagai pertanyaan lain seputar kabar yang selama ini beredar tentang HIV dibahas disini bersama Teh Ratri dan Om Budz.

703e9eac-1bcd-43f5-a3e6-91fe70df3252

Nah, sesi selanjutnya adalah kolaborasi antara dokter Manuel dan dokter Widya, yang membahas mengenai potensi penularan HIV di praktek dokter gigi dan juga apa yang sebaiknya dokter gigi harus ketahui bila merawat pasien ODHA.

Melalui talkshow ini ternyata kita dokter gigi menyadari masih banyak sekali kita belum ketahui tentang HIV/AIDS, ternyata juga sebagian informasi yang di dapat mengenai HIV/AIDS itu tidak terbukti kebenarannya.

Yuk mari dokter gigi Indonesia, mari membuka mata dan hati kita, dan menjadi dokter untuk semua kalangan tanpa kecuali. #dokteruntuksemua

 

Read More
5 web keren title (1)

5 Website Kesehatan Gigi Terkeren Versi Difa OHC

Ayo jujur, selama ini siapa diantara kalian yang udah merasa kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita? Jangan kesehatan gigi dan mulut dulu deh, tentang kesehatan tubuh aja.. Ada?

Dan siapa diantara kalian yang sering atau pernah bukain  website atau browsing tentang kesehatan di internet?

Atau buat yang udah punya anak, pernah gak mencoba mencari website yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kesehatan?

Apa?? Website kesehatan umumnya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan aja?  Terus kontennya membosankan dan kebanyakan tulisan? Gak interaktif?

Ada kok website tentang kesehatan yang bagus, keren, menarik, atraktif, lucu, dan bikin ketagihan buat bukain isinya..

Berikut ini 5 website kesehatan gigi dan mulut yang menurut Difa OHC ini kereeeen banget. Yuk kita tengok bareng-bareng..

No 5:  Website dari Colgate http://www.colgate.com/en/us/oc/oral-health

colgate

Emang si website ini untuk kepentungan promosi dan branding produk-produk Colgate, tapi dibagian menu Oral Care Center kita bisa dapet banyak banget informasi seputar kesehatan gigi dan mulut. Mulai dari tentang cara mencegah gigi berlubang, bagaimana menjaga kesehatan gigi pada bayi dan anak-anak, sampai ke masalah veneer dan kedokteran gigi estetik yang lagi ngehits sekarang ini..

Tampilannya simple, tampilan menu yang sederhana dan juga isi artikel yang menurut kita sih cocok dibaca baik oleh dokter gigi, perawata gigi, dan masyarakat umum karena dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti.

No 4: Website dari American Dental Associatiom (ADA) http://www.mouthhealthy.org/en/

ADA

Seperti judulnya website ini merupakan kepunyaan organisasi American Dental Association, atau bisa disamakan dengan organisasi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) kali ya.

Nah, diwebsite ini berisi banyak banget informasi seputar kesehatan yang masyarakat umum dan juga dokter gigi harus tahu. Contohnya tentang gimana merawat kesehatan gigi pada saat kehamilan, pada masa bayi dan anak-anak. remaja, sampai usia manula ada disini.. Yang tentunya kalau di Indonesia ilmu kaya gini nih masih awam banget ya, karena dibayangan kita kalau ke dokter gigi ya karena sakit gigi.

Nah di website ini tenaga kesehatan gigi di Amerika sono nih, memberikan segala tips dan pengetahuan untuk merawat kesehatan gigi kita sampai seumur hidup.

No 3: Website dari Washington Dental Service Foundation http://cavityfreekids.org/

cavity free kids

Kalau segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak itu bikin gemesssss banget gak sih? Dan tampilan ngegemesin itu ada pada website ini.

Gak seperti website sebelumnya yang memang targetannya adalah untuk orang dewasa, website cavityfreekids ini lebih dikhususkan untuk pada orangtua dan guru sekolah, dan juga anak-anak. Gak sekerdar informasi seputar kesehatan gigi pada anak-anak, namun memberikan berbagai lembar aktivitas untuk anak-anak bermain dan juga berlajar tentang kesehatan gigi.

No 2:  Website dari American Dental Association (ADA) juga tapi khusus anak  http://www.mouthhealthykids.org/en/

mouth healthy kids

Ini termasuk website favorit banget nya tim Difa OHC, soalnya berasa pengen jadi anak-anak lagi. hehe :))

Mungkin buat temen-temen yang waktu kecil ngerasa takut sama dokter gigi dan sekarang nyesel karena giginya pada rusak dan males ke dokter gigi karena mahal biaya perawatan gigi, setelah liat website ini pasti jadi mikir “seandainya waktu gw kecil dulu, gue tahu ada website begini, pasti gigi gue gak sehancur sekarang..”

Di website ini tu mayoritas berisi lembar aktifitas, video, dan permainan yang bikin anak-anak punya persepsi menyenangkan kepada dokter gigi yang membantu anak-anak dalam merawat dan menjaga kesehatan gigi.

No 1: Website Sesame Street http://www.sesamestreet.org/parents/topicsandactivities/toolkits/teeth

sesame street

Ini sebenernya bukan website khusus kesehatan gigi, tapi menurut kita nih,  website Sesame street ini berisi konsen-konten yang baik banget untuk anak-anak dalam belajar menjadi sehat.

Ada game menggosok giginya monster cookies, ada lembar aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan gigi, ada lagu-lagu yang mengajak anak-anak untuk rajin menyikat gigi. Pokoknya semua hal di website ini cocok banget deh buat membuat kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang amat sangat menyenangkan bagi orang dewasa dan juga anak-anak.

Nah, ini adalah 5 website tentang kesehatan gigi yang terkeren menurut versi Difa OHC,  gimana menurut kamu?

Read More
Skip to toolbar