Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

title artikel makanan

Diet dan Nutrisi Tepat demi Senyum Sehat Si Kecil

drg. Arfina Arief MM.

“Food choices and dietary patterns are essential determinants of dental caries”

Kita semua setuju bahwa makanan manis seperti permen dan coklat dapat menyebabkan gigi berlubang pada si kecil. Dan kita semua setuju bahwa keseimbangan diet dan nutrisi penting untuk si kecil.

Namun tahukah anda bahwa pola makan dan pilihan makanan yang dimakan oleh si kecil memegang peranan penting dalam pencegahan gigi berlubang dan juga pada proses terjadinya gigi berlubang. Dan  tahukah anda selain faktor makanan manis, masih terdapat jenis makanan yang juga berpotensi menimbulkan gigi berlubang.

Sehingga pemilihan jenis makanan untuk si kecil menjadi penting kita ketahui agar si kecil terhindar dari gigi berlubang dan sakit gigi.

Masih ingatkah anda dengan 4 golongan makanan menurut kecenderungan terjadinya gigi berlubang? (cari tahu di sini)

Potensi Acidogenic pada Makanan

Tidak atau kurang acidogenic:  sayuran mentah (wortel, brokoli, daun selada, dll), daging merah, ikan, daging putih, susu, keju, yogurt, jagung, lemak, minyak, mentega, margarin, pemanis non gula.

Acidogenic: sayuran yang dimasak, buah segar, buah kaleng, jus buah, minuman buah, creamers, es krim, puding, keripik kentang, krekers, marshmallows, nasi, pasta, roti, cereals, kentang goreng, kue, cookies, pie, pastry, permen, permen mint, permen pereda batuk, pisang, buah kering.

Berbagai makanan dan minuman yang selama ini kita pikir sehat ternyata memiliki peranan dalam terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Namun jangan kuatir, hal ini bisa di siasati dengan pola pemberian dan kombinasi makanan yang tepat.

Frekuensi dan Waktu Makan

Frekuensi makan memegang peranan dalam kecenderungan si kecil mengalami gigi berlubang. Frekuensi makan yang terus-menerus menyebabkan penurunan pH pada rongga mulut yang akan mengakibatkan larutnya mineral pada email dan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.  Menurut penelitian makin seringnya frekuensi makan seseorang, akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang. Penelitian Vipeholm menunjukkan terjadinya kecenderungan gigi berlubang yang lebih tinggi pada seseorang yang nyemil makanan mengandung gula di sela-sela jam makannya.

Selain itu waktu atau jam makan. Makan makanan mengandung karbohidrat pada jam tidur akan mengurangi produksi air ludah pada waktu tidur, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.

Kombinasi Makanan

Ketika makan yang mengandung karbohidrat dimakan tanpa disetai makanan jenis lain, akan meningkatkan produksi asam dan menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga resiko gigi berlubang menjadi bertambah. Namun kondisi ini dapat dicegah bila mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gula seperti keju, susu, dll, yang dapat merangsang keluarnya air ludah pada sebelum, selama, atau sesudah konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tersebut.

Maka kombinasi antara makanan mengandung karbohidrat, protein dan lemak dapat menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Air putih sebagai nutrisi penting dalam mencegah terjadinya gigi berlubang

Selama ini air putih menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi yang sering diabaikan oleh kita. Namun air putih ini merupakan komponen terpenting dalam terbentuknya air ludah. Dimana air ludah ini mengandung berbagai mineral pencegah terjadinya gigi berlubang, seperti kalsium. fosfat, dan mineral yang penting untuk gigi. Air ludah dapat merangsang remineralisasi atau terbentuknya kembali mineral gigi pada lubang gigi kecil.

Selain itu, air ludah juga mengandung protein antibakteri sehingga bersama dengan aliran air ludah yang timbil dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Saran dari kami dokter gigi dalam mengurangi resiko gigi berlubang bagi si kecil

1. Kurangi frekuensi konsumsi makanan atau minum yang mengandung fermentasi karbohidrat, terutama di sela-sela jam makan

2. Akhiri makan atau minum dengan makanan atau minuman yang bersifat anticariogenic dan cariostatic

3. Minum air putih yang banyak

4. Kombinasikan konsumsi makanan manis maupun asam dengan makanan atau minuman yang dapat menetralisir penurunan pH rongga mulut.

5. Mengunyah permen karet xylitol mampu mengurangi resiko karies dengan menetralisir pH rongga mulut dan juga meningkatkan produksi air ludah

 

Salam Sehat,

Refrensi:

  1. Palmer Carole A., Diet and Nutrition in Oral Health 2nd Ed, Pearson, 2007
  2. http://www.mouthhealthy.org/en/nutrition
  3. http://www.dentalcare.com/media/en-US/education/ce301/ce301.pdf
Skip to toolbar