Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: Difa Oral Health Education

5 web keren title (1)

5 Website Kesehatan Gigi Terkeren Versi Difa OHC

Ayo jujur, selama ini siapa diantara kalian yang udah merasa kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita? Jangan kesehatan gigi dan mulut dulu deh, tentang kesehatan tubuh aja.. Ada?

Dan siapa diantara kalian yang sering atau pernah bukain  website atau browsing tentang kesehatan di internet?

Atau buat yang udah punya anak, pernah gak mencoba mencari website yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kesehatan?

Apa?? Website kesehatan umumnya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan aja?  Terus kontennya membosankan dan kebanyakan tulisan? Gak interaktif?

Ada kok website tentang kesehatan yang bagus, keren, menarik, atraktif, lucu, dan bikin ketagihan buat bukain isinya..

Berikut ini 5 website kesehatan gigi dan mulut yang menurut Difa OHC ini kereeeen banget. Yuk kita tengok bareng-bareng..

No 5:  Website dari Colgate http://www.colgate.com/en/us/oc/oral-health

colgate

Emang si website ini untuk kepentungan promosi dan branding produk-produk Colgate, tapi dibagian menu Oral Care Center kita bisa dapet banyak banget informasi seputar kesehatan gigi dan mulut. Mulai dari tentang cara mencegah gigi berlubang, bagaimana menjaga kesehatan gigi pada bayi dan anak-anak, sampai ke masalah veneer dan kedokteran gigi estetik yang lagi ngehits sekarang ini..

Tampilannya simple, tampilan menu yang sederhana dan juga isi artikel yang menurut kita sih cocok dibaca baik oleh dokter gigi, perawata gigi, dan masyarakat umum karena dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti.

No 4: Website dari American Dental Associatiom (ADA) http://www.mouthhealthy.org/en/

ADA

Seperti judulnya website ini merupakan kepunyaan organisasi American Dental Association, atau bisa disamakan dengan organisasi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) kali ya.

Nah, diwebsite ini berisi banyak banget informasi seputar kesehatan yang masyarakat umum dan juga dokter gigi harus tahu. Contohnya tentang gimana merawat kesehatan gigi pada saat kehamilan, pada masa bayi dan anak-anak. remaja, sampai usia manula ada disini.. Yang tentunya kalau di Indonesia ilmu kaya gini nih masih awam banget ya, karena dibayangan kita kalau ke dokter gigi ya karena sakit gigi.

Nah di website ini tenaga kesehatan gigi di Amerika sono nih, memberikan segala tips dan pengetahuan untuk merawat kesehatan gigi kita sampai seumur hidup.

No 3: Website dari Washington Dental Service Foundation http://cavityfreekids.org/

cavity free kids

Kalau segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak itu bikin gemesssss banget gak sih? Dan tampilan ngegemesin itu ada pada website ini.

Gak seperti website sebelumnya yang memang targetannya adalah untuk orang dewasa, website cavityfreekids ini lebih dikhususkan untuk pada orangtua dan guru sekolah, dan juga anak-anak. Gak sekerdar informasi seputar kesehatan gigi pada anak-anak, namun memberikan berbagai lembar aktivitas untuk anak-anak bermain dan juga berlajar tentang kesehatan gigi.

No 2:  Website dari American Dental Association (ADA) juga tapi khusus anak  http://www.mouthhealthykids.org/en/

mouth healthy kids

Ini termasuk website favorit banget nya tim Difa OHC, soalnya berasa pengen jadi anak-anak lagi. hehe :))

Mungkin buat temen-temen yang waktu kecil ngerasa takut sama dokter gigi dan sekarang nyesel karena giginya pada rusak dan males ke dokter gigi karena mahal biaya perawatan gigi, setelah liat website ini pasti jadi mikir “seandainya waktu gw kecil dulu, gue tahu ada website begini, pasti gigi gue gak sehancur sekarang..”

Di website ini tu mayoritas berisi lembar aktifitas, video, dan permainan yang bikin anak-anak punya persepsi menyenangkan kepada dokter gigi yang membantu anak-anak dalam merawat dan menjaga kesehatan gigi.

No 1: Website Sesame Street http://www.sesamestreet.org/parents/topicsandactivities/toolkits/teeth

sesame street

Ini sebenernya bukan website khusus kesehatan gigi, tapi menurut kita nih,  website Sesame street ini berisi konsen-konten yang baik banget untuk anak-anak dalam belajar menjadi sehat.

Ada game menggosok giginya monster cookies, ada lembar aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan gigi, ada lagu-lagu yang mengajak anak-anak untuk rajin menyikat gigi. Pokoknya semua hal di website ini cocok banget deh buat membuat kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang amat sangat menyenangkan bagi orang dewasa dan juga anak-anak.

Nah, ini adalah 5 website tentang kesehatan gigi yang terkeren menurut versi Difa OHC,  gimana menurut kamu?

Read More
title artikel makanan

Diet dan Nutrisi Tepat demi Senyum Sehat Si Kecil

drg. Arfina Arief MM.

“Food choices and dietary patterns are essential determinants of dental caries”

Kita semua setuju bahwa makanan manis seperti permen dan coklat dapat menyebabkan gigi berlubang pada si kecil. Dan kita semua setuju bahwa keseimbangan diet dan nutrisi penting untuk si kecil.

Namun tahukah anda bahwa pola makan dan pilihan makanan yang dimakan oleh si kecil memegang peranan penting dalam pencegahan gigi berlubang dan juga pada proses terjadinya gigi berlubang. Dan  tahukah anda selain faktor makanan manis, masih terdapat jenis makanan yang juga berpotensi menimbulkan gigi berlubang.

Sehingga pemilihan jenis makanan untuk si kecil menjadi penting kita ketahui agar si kecil terhindar dari gigi berlubang dan sakit gigi.

Masih ingatkah anda dengan 4 golongan makanan menurut kecenderungan terjadinya gigi berlubang? (cari tahu di sini)

Potensi Acidogenic pada Makanan

Tidak atau kurang acidogenic:  sayuran mentah (wortel, brokoli, daun selada, dll), daging merah, ikan, daging putih, susu, keju, yogurt, jagung, lemak, minyak, mentega, margarin, pemanis non gula.

Acidogenic: sayuran yang dimasak, buah segar, buah kaleng, jus buah, minuman buah, creamers, es krim, puding, keripik kentang, krekers, marshmallows, nasi, pasta, roti, cereals, kentang goreng, kue, cookies, pie, pastry, permen, permen mint, permen pereda batuk, pisang, buah kering.

Berbagai makanan dan minuman yang selama ini kita pikir sehat ternyata memiliki peranan dalam terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Namun jangan kuatir, hal ini bisa di siasati dengan pola pemberian dan kombinasi makanan yang tepat.

Frekuensi dan Waktu Makan

Frekuensi makan memegang peranan dalam kecenderungan si kecil mengalami gigi berlubang. Frekuensi makan yang terus-menerus menyebabkan penurunan pH pada rongga mulut yang akan mengakibatkan larutnya mineral pada email dan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.  Menurut penelitian makin seringnya frekuensi makan seseorang, akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang. Penelitian Vipeholm menunjukkan terjadinya kecenderungan gigi berlubang yang lebih tinggi pada seseorang yang nyemil makanan mengandung gula di sela-sela jam makannya.

Selain itu waktu atau jam makan. Makan makanan mengandung karbohidrat pada jam tidur akan mengurangi produksi air ludah pada waktu tidur, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.

Kombinasi Makanan

Ketika makan yang mengandung karbohidrat dimakan tanpa disetai makanan jenis lain, akan meningkatkan produksi asam dan menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga resiko gigi berlubang menjadi bertambah. Namun kondisi ini dapat dicegah bila mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gula seperti keju, susu, dll, yang dapat merangsang keluarnya air ludah pada sebelum, selama, atau sesudah konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tersebut.

Maka kombinasi antara makanan mengandung karbohidrat, protein dan lemak dapat menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Air putih sebagai nutrisi penting dalam mencegah terjadinya gigi berlubang

Selama ini air putih menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi yang sering diabaikan oleh kita. Namun air putih ini merupakan komponen terpenting dalam terbentuknya air ludah. Dimana air ludah ini mengandung berbagai mineral pencegah terjadinya gigi berlubang, seperti kalsium. fosfat, dan mineral yang penting untuk gigi. Air ludah dapat merangsang remineralisasi atau terbentuknya kembali mineral gigi pada lubang gigi kecil.

Selain itu, air ludah juga mengandung protein antibakteri sehingga bersama dengan aliran air ludah yang timbil dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Saran dari kami dokter gigi dalam mengurangi resiko gigi berlubang bagi si kecil

1. Kurangi frekuensi konsumsi makanan atau minum yang mengandung fermentasi karbohidrat, terutama di sela-sela jam makan

2. Akhiri makan atau minum dengan makanan atau minuman yang bersifat anticariogenic dan cariostatic

3. Minum air putih yang banyak

4. Kombinasikan konsumsi makanan manis maupun asam dengan makanan atau minuman yang dapat menetralisir penurunan pH rongga mulut.

5. Mengunyah permen karet xylitol mampu mengurangi resiko karies dengan menetralisir pH rongga mulut dan juga meningkatkan produksi air ludah

 

Salam Sehat,

Refrensi:

  1. Palmer Carole A., Diet and Nutrition in Oral Health 2nd Ed, Pearson, 2007
  2. http://www.mouthhealthy.org/en/nutrition
  3. http://www.dentalcare.com/media/en-US/education/ce301/ce301.pdf
Read More
anak-anak

Siapakah yang Harus Berperan dalam Pendidikan Kesehatan Untuk Anak ?

drg. Miranda Adriani

Keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam perkembangan individu anak-anak. Dan banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang tua dan sekolah berperan penting dalam membantu anak dalam menjaga kesehatan gigi.  

Anak-anak menghabiskan sebagian waktunya di institusi pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap hidup mereka. Sekolah sebagai tempat mereka belajar dan berkembang, menanamkan keyakinan, mengasah ketrampilan, dan menjadi lingkungan penting untuk mengembangkan kebiasaan hidup sehat seperti kesehatan gigi. Dan keluarga sebagai lingkungan yang menjaga dan mendukung kebiasaan hidup sehat yang diberikan di sekolah tersebut.

Bagaimana dengan pendidikan kesehatan, terutama kesehatan gigi?

Kita tahu bahwa pendidikan kesehatan gigi memegang perawan penting dalam kesehatan, perkembangan dan pertumbuhan dan juga prestasi anak di sekolah. (Apakah gigi anak harus dirawat?)

Namun siapakah yang memiliki peranan dalam memberikan pengetahuan kesehatan gigi tersebut? Apakah guru? orangtua? dokter gigi? 

World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan  promosi kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Sekolah dipandang sebagai tempat yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan gigi karena melalui sekolah promosi kesehatan gigi tersebut dapat menjangkau lebih dari 1 milyar anak di seluruh di dunia. Dengan demikian diharapkan banyak anak-anak sadar untuk menjaga kesehatan giginya dari kecil.

Sebagai nilai tambah, pendidikan kesehatan gigi ini sederhana dan sifatnya tidak hanya sementara.

Sederhana, karena pendidik hanya menciptakan kebiasaan yang baik pada anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dan kesehatan seluruh tubuhnya.  Lebih mudah dan cost effective daripada di saat anak dewasa, mereka harus bolak-balik ke dokter gigi karena sakit gigi.

Tidak sementara, karena dapat memberikan pesan kepada anak bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dan harus dijaga, sehingga di masa yang akan datang memiliki pengaruh yang besar pada kondisi gigi dan kesehatan tubuhnya secara umum sampai mereka tua nanti.

Nah sudahkan sekolah anda atau sekolah anak anda menjalankan rekomendasi dari WHO ini? Jika sudah menjalankan dengan menyediakan dokter gigi dilingkungan sekolah, apakah dokter gigi tersebut sudah menjalankan upaya promosi kesehatan ini atau hanya mengobati anak-anak yang giginya sakit saja?

Difa Oral Health Education for Childrenposter difaEdu anak

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/pdf/1900.pdf

http://www.ijdr.in/article.asp?issn=0970-9290;year=2010;volume=21;issue=2;spage=253;epage=259;au

http://www.who.int/bulletin/volumes/83/9/677.pdf

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1807-25772015000500285

http://www.hindawi.com/journals/aph/2015/651836/

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1806-83242008000400010

Read More
poster tgl 3 april 2

Buka Mata, Buka Hati – Menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-

Dear teman-teman doker gigi,
Difa Oral Health Education mempersembahkan:
“Buka Mata, Buka Hati – menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-”

Mari membuka mata dan hati kita tentang HIV / ODHA dan menjadi dokter gigi untuk semua kalangan. #KlinikGigiRamahODHA

Minggu, 3 April 2016
pukul 09:00-14:00
Lokasi: Difa Oral Health Center
Jl. Benda Raya no 98G, kemang-ampera, jakarta selatan

Investasi hanya Rp. 150.000 per peserta! (include lunch)

Materi dan workshop:
– Kondisi HIV/AIDS di Indonesia
– Stigma yang di dapat ODHA dalam layanan dokter gigi
– Apa itu HIV/AIDS dan potensi penularan dalam praktek dokter gigi
– Apa yang harus dokter gigi ketahui ketika merawat pasien ODHA

Konfirmasi pembayaran beserta bukti dan Nama Lengkap, email dan nomer Whatsapp ke +6281316506535 (difaOHC) (WA/SMS Only) atau LINE @difaohc (pake @)

Dapatkan bonus Cairan disinfektan oneMed

Read More
poster difaEdu anak

Yuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan anak-anak Indonesia sehat

Hai teman-teman semua..

Masih inget gak sama artikel kami yang berjudul “Jangan pernah percaya apa yang dikatakan dokter gigi” ? Belum pernah baca? Yuk baca dulu di sini.. 

Artikel tersebut berisikan kegalauan kami di Difa Oral Health Center soal pola pendidikan dokter gigi dan juga profesi dokter gigi saat ini..

Perasaan galau itu kan gak boleh terlalu berlarut-larut ya. Makanya demi menjadi dokter gigi turut berkontribusi dalam menyehatkan masyarakat Indonesia maka kita membuat 2 program yaitu #skeling123rbseumurhidup dan program kurikulum kesehatan gigi bagi anak usia TK dan SD.

Untuk program #skeling123rbseumurhidup bisa dibaca di sini..

Nah, program kurikulum kesehatan gigi itu apa?

Teman2 tahu gak sih, kalau kondisi rongga mulut kamu itu mempengaruhi kualitas hidup kita sebagai manusia. Adanya sakit gigi selain menyebabkan penurunan produktivitas pada orang dewasa, ternyata mempengaruhi prestasi anak-anak disekolah loh.

Seperti pada penelitian dari Jacson dkk (2011) berjudul Impact of Poor Oral Health on Children’s School Attendance and Performance http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/ yang menunnjukkan anak-anak dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk mengalami kecenderungan penurunan prestasi disekolah 3 kali lipat, yg terlihat dengan peningkatan absesnsi dan penurunan konsentrasi disekolah dibandingkan dengan anak-anak dengan kesehatan gigi yang baik.

Selama ini solusi dari umumnya dokter gigi adalah menambal dan mencabut gigi yang rusak, padahal menurut kita itu sama sekali bukan solusi.

Solusi yang paling tepat adalah bagaimana kami sebagai dokter gigi dan kalian sebagai masyarakat umum saling bekerjasama untuk membuat jangan sampai anak-anak Indonesia yang memiliki gigi berlubang.

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi sedini mungkin.

Makanya Difa Oral Health Center membuat satu kurikulum kesehatan gigi yang menyenangkan untuk anak-anak. Dimana anak-anak bisa bermain dan belajar mengenai kesehatan gigi dengan cara yang menyenangkan.

Tapi terkadang apa yang baik menurut dokter gigi, belum tentu dapat diterima oleh masyarakat umum. Jadi kami mengajak teman-teman semuanya dalam partisipasinya untuk menyempurnakan kurikulum kesehatan gigi dan mulut DifaEdu untuk anak-anak yang sudah kami buat ini.

Mohon partisipasinya dengan mengirimkan data diri dan latar belakang kalian (misalnya ibu dengan 2 anak, atau guru sekolah, atau karyawan dengan 1 anak, bahkan dokter gigi juga boleh ikutan kok) ke email difaohc.edu@gmail.com. Nanti kami akan mengirimkan ringkasan kurikulum difaEdu yang sudah kami buat, dan mohon kirimkan feedback ke kami dengan menuliskan kritik, saran, pendapat, usulan, atau apaa aja ke kami.

Partisipasi teman-teman sangat membantu anak-anak Indonesia untuk menjadi sehat dan berprestasi, dan mari menjadi bagian dari perubahan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.

Ditunggu partisipasinya ya \o/

Read More
Skip to toolbar