Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: #difaEdu

pregnancy and oral health 1

5 Hal yang Semua Perempuan Harus Tahu Tentang Kondisi Gigi dan Mulut

Apa hubungannya kondisi gigi dan mulut sama perempuan? Bukannya gak ada perbedaan gender untuk urusan gigi dan mulut?

Eith, siapa bilang?? Yuk coba kita simak berikut ini

1.Air ludah atau saliva dan hormon estrogen

Kita semua sudah tahu pastinya, kalau pada masa menopouse terjadi penurunan yang signifikan pada hormon estrogen yang akan mempengarhi kondisi fisik dan emosional dari tubuh perempuan. Nah, ternyata untuk mengetahui apakah seorang wanita sudah memasuki fase menopouse atau belum dapat dilakukan pemeriksaan kadar estrogen yang dilihat dalam air ludah.

2.Perempuan dan kelenjar ludah.

Pada kondisi menopouse dan terjadi penurunan pada kadar estrogen, dapat berpengaruh terhadap produksi air ludah oleh kelenjar dan menyebabkan kondisi yang dikenal dengan nama xerostomia atau keluhan mulut kering pada perempuan menopouse.

3.Perubahan hormon perempuan dan kondisi gusi

Perempuan memiliki kecenderungan terjadinya radang gusi yang berhubungan dengan kondisi hormon, terutama pada masa memasuki pubertas dan kehamilan. Radang gusi yang terjadi pada masa pubertas dikenal dengan nama gingivitis pubertas dan pda kehamilan disebut dengan gingivitis gravidarum. Olehkarena itu penting bagi pada perempuan untuk menjaga kesehatan gigi dengan membersihkan karang gigi secara rutin untuk mencegah terjadinya gingivitis tersebut.

4.Menstruasi dan sariawan

Anda sering mengalami sariawan yang hilang timbul? Nah, salah satu pencetus timbulnya sariawan tersebut ternyata adalah kadar hormon yang berubah ketika proses menstruasi.

5. Kesehatan rongga mulut dan kehamilan

Selama ini menganggap kondisi kesehatan gigi tidak berhubungan dengan tubuh, apalagi dengan proses kehamilan? Ternyata penelitian membuktikan bahwa perempuan yang memiliki kondisi radang gusi dan penyangga gigi (periodontitis) memiliki kecenderungan terjadinya kontraksi dini, sampai menimbulkan efek kelahiran bayi prematur, bayi dengan berat badan di bawah normal, bahkan keguguran.

Yuk, segalanya belum terlambat kok, mulai membiasakan menyikat gigi sehari 2 kali, pagi dan sebelum tidur, serta kunjungi dokter gigi secara rutin untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dan membersihkan karang gigi secara rutin.

Dengan cara yang sederhana ini, kita bisa melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit. Yuk ke dokter gigi

Salam sehat,

(wa/2016)

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3401754/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3793432/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3227248/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4195183/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2096416/

Read More
title artikel makanan

Diet dan Nutrisi Tepat demi Senyum Sehat Si Kecil

drg. Arfina Arief MM.

“Food choices and dietary patterns are essential determinants of dental caries”

Kita semua setuju bahwa makanan manis seperti permen dan coklat dapat menyebabkan gigi berlubang pada si kecil. Dan kita semua setuju bahwa keseimbangan diet dan nutrisi penting untuk si kecil.

Namun tahukah anda bahwa pola makan dan pilihan makanan yang dimakan oleh si kecil memegang peranan penting dalam pencegahan gigi berlubang dan juga pada proses terjadinya gigi berlubang. Dan  tahukah anda selain faktor makanan manis, masih terdapat jenis makanan yang juga berpotensi menimbulkan gigi berlubang.

Sehingga pemilihan jenis makanan untuk si kecil menjadi penting kita ketahui agar si kecil terhindar dari gigi berlubang dan sakit gigi.

Masih ingatkah anda dengan 4 golongan makanan menurut kecenderungan terjadinya gigi berlubang? (cari tahu di sini)

Potensi Acidogenic pada Makanan

Tidak atau kurang acidogenic:  sayuran mentah (wortel, brokoli, daun selada, dll), daging merah, ikan, daging putih, susu, keju, yogurt, jagung, lemak, minyak, mentega, margarin, pemanis non gula.

Acidogenic: sayuran yang dimasak, buah segar, buah kaleng, jus buah, minuman buah, creamers, es krim, puding, keripik kentang, krekers, marshmallows, nasi, pasta, roti, cereals, kentang goreng, kue, cookies, pie, pastry, permen, permen mint, permen pereda batuk, pisang, buah kering.

Berbagai makanan dan minuman yang selama ini kita pikir sehat ternyata memiliki peranan dalam terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Namun jangan kuatir, hal ini bisa di siasati dengan pola pemberian dan kombinasi makanan yang tepat.

Frekuensi dan Waktu Makan

Frekuensi makan memegang peranan dalam kecenderungan si kecil mengalami gigi berlubang. Frekuensi makan yang terus-menerus menyebabkan penurunan pH pada rongga mulut yang akan mengakibatkan larutnya mineral pada email dan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.  Menurut penelitian makin seringnya frekuensi makan seseorang, akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang. Penelitian Vipeholm menunjukkan terjadinya kecenderungan gigi berlubang yang lebih tinggi pada seseorang yang nyemil makanan mengandung gula di sela-sela jam makannya.

Selain itu waktu atau jam makan. Makan makanan mengandung karbohidrat pada jam tidur akan mengurangi produksi air ludah pada waktu tidur, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.

Kombinasi Makanan

Ketika makan yang mengandung karbohidrat dimakan tanpa disetai makanan jenis lain, akan meningkatkan produksi asam dan menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga resiko gigi berlubang menjadi bertambah. Namun kondisi ini dapat dicegah bila mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gula seperti keju, susu, dll, yang dapat merangsang keluarnya air ludah pada sebelum, selama, atau sesudah konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tersebut.

Maka kombinasi antara makanan mengandung karbohidrat, protein dan lemak dapat menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Air putih sebagai nutrisi penting dalam mencegah terjadinya gigi berlubang

Selama ini air putih menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi yang sering diabaikan oleh kita. Namun air putih ini merupakan komponen terpenting dalam terbentuknya air ludah. Dimana air ludah ini mengandung berbagai mineral pencegah terjadinya gigi berlubang, seperti kalsium. fosfat, dan mineral yang penting untuk gigi. Air ludah dapat merangsang remineralisasi atau terbentuknya kembali mineral gigi pada lubang gigi kecil.

Selain itu, air ludah juga mengandung protein antibakteri sehingga bersama dengan aliran air ludah yang timbil dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Saran dari kami dokter gigi dalam mengurangi resiko gigi berlubang bagi si kecil

1. Kurangi frekuensi konsumsi makanan atau minum yang mengandung fermentasi karbohidrat, terutama di sela-sela jam makan

2. Akhiri makan atau minum dengan makanan atau minuman yang bersifat anticariogenic dan cariostatic

3. Minum air putih yang banyak

4. Kombinasikan konsumsi makanan manis maupun asam dengan makanan atau minuman yang dapat menetralisir penurunan pH rongga mulut.

5. Mengunyah permen karet xylitol mampu mengurangi resiko karies dengan menetralisir pH rongga mulut dan juga meningkatkan produksi air ludah

 

Salam Sehat,

Refrensi:

  1. Palmer Carole A., Diet and Nutrition in Oral Health 2nd Ed, Pearson, 2007
  2. http://www.mouthhealthy.org/en/nutrition
  3. http://www.dentalcare.com/media/en-US/education/ce301/ce301.pdf
Read More
anak-anak

Siapakah yang Harus Berperan dalam Pendidikan Kesehatan Untuk Anak ?

drg. Miranda Adriani

Keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam perkembangan individu anak-anak. Dan banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang tua dan sekolah berperan penting dalam membantu anak dalam menjaga kesehatan gigi.  

Anak-anak menghabiskan sebagian waktunya di institusi pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap hidup mereka. Sekolah sebagai tempat mereka belajar dan berkembang, menanamkan keyakinan, mengasah ketrampilan, dan menjadi lingkungan penting untuk mengembangkan kebiasaan hidup sehat seperti kesehatan gigi. Dan keluarga sebagai lingkungan yang menjaga dan mendukung kebiasaan hidup sehat yang diberikan di sekolah tersebut.

Bagaimana dengan pendidikan kesehatan, terutama kesehatan gigi?

Kita tahu bahwa pendidikan kesehatan gigi memegang perawan penting dalam kesehatan, perkembangan dan pertumbuhan dan juga prestasi anak di sekolah. (Apakah gigi anak harus dirawat?)

Namun siapakah yang memiliki peranan dalam memberikan pengetahuan kesehatan gigi tersebut? Apakah guru? orangtua? dokter gigi? 

World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan  promosi kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Sekolah dipandang sebagai tempat yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan gigi karena melalui sekolah promosi kesehatan gigi tersebut dapat menjangkau lebih dari 1 milyar anak di seluruh di dunia. Dengan demikian diharapkan banyak anak-anak sadar untuk menjaga kesehatan giginya dari kecil.

Sebagai nilai tambah, pendidikan kesehatan gigi ini sederhana dan sifatnya tidak hanya sementara.

Sederhana, karena pendidik hanya menciptakan kebiasaan yang baik pada anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dan kesehatan seluruh tubuhnya.  Lebih mudah dan cost effective daripada di saat anak dewasa, mereka harus bolak-balik ke dokter gigi karena sakit gigi.

Tidak sementara, karena dapat memberikan pesan kepada anak bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dan harus dijaga, sehingga di masa yang akan datang memiliki pengaruh yang besar pada kondisi gigi dan kesehatan tubuhnya secara umum sampai mereka tua nanti.

Nah sudahkan sekolah anda atau sekolah anak anda menjalankan rekomendasi dari WHO ini? Jika sudah menjalankan dengan menyediakan dokter gigi dilingkungan sekolah, apakah dokter gigi tersebut sudah menjalankan upaya promosi kesehatan ini atau hanya mengobati anak-anak yang giginya sakit saja?

Difa Oral Health Education for Childrenposter difaEdu anak

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/pdf/1900.pdf

http://www.ijdr.in/article.asp?issn=0970-9290;year=2010;volume=21;issue=2;spage=253;epage=259;au

http://www.who.int/bulletin/volumes/83/9/677.pdf

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1807-25772015000500285

http://www.hindawi.com/journals/aph/2015/651836/

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1806-83242008000400010

Read More
poster tgl 3 april 2

Buka Mata, Buka Hati – Menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-

Dear teman-teman doker gigi,
Difa Oral Health Education mempersembahkan:
“Buka Mata, Buka Hati – menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-”

Mari membuka mata dan hati kita tentang HIV / ODHA dan menjadi dokter gigi untuk semua kalangan. #KlinikGigiRamahODHA

Minggu, 3 April 2016
pukul 09:00-14:00
Lokasi: Difa Oral Health Center
Jl. Benda Raya no 98G, kemang-ampera, jakarta selatan

Investasi hanya Rp. 150.000 per peserta! (include lunch)

Materi dan workshop:
– Kondisi HIV/AIDS di Indonesia
– Stigma yang di dapat ODHA dalam layanan dokter gigi
– Apa itu HIV/AIDS dan potensi penularan dalam praktek dokter gigi
– Apa yang harus dokter gigi ketahui ketika merawat pasien ODHA

Konfirmasi pembayaran beserta bukti dan Nama Lengkap, email dan nomer Whatsapp ke +6281316506535 (difaOHC) (WA/SMS Only) atau LINE @difaohc (pake @)

Dapatkan bonus Cairan disinfektan oneMed

Read More
Gigi Sehat Untuk Indonesia Sehat

Apakah Gigi Anak-anak Harus dirawat?

Drg. Miranda Adriani

Pernahkah anda menjumpai anak-anak dengan gigi berlubang? Mungkin anak anda atau keponakan anda yang giginya depannya terlihat menghitam? Atau pada keadaan lebih buruk,pernahkah anda melihat anak mengalami sakit gigi yang berdenyut sehingga susah tidur?

Tentu pernah! Karena nyatanya gigi berlubang merupakan penyakit kronis yang paling umum dijumpai pada anak-anak. Nah berikut alasan mengapa gigi susu pada si kecil harus dirawat:

1. Akan mempengaruhi prestasi di sekolah

Dari penelitian, ternyata hampir 80% anak-anak di di dunia mengalami gigi berlubang. Keadaan ini mengakibatkan lebih dari 50 juta jam sekolah hilang karena anak-anak absen dari sekolah karena giginya sakit. Absennya anak-anak dari sekolah tersebut, akan menurunkan performanya di sekolah akibat waktu belajarnya menjadi terganggu. DAlam penelitian, anak-anak dengan kesehatan gigi yang buruk akan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sebanyak 12 kali lebih lipat dari pada anak dengan kesehatan gigi yang baik

2. Menggangu si anak dalam bersosialisasi

Kesehatan gigi yang buruk akan berpengaruh terhadap penampilan dan kepercayaan diri anak-anak dan kemampuan anak dalam berkomunikasi yang secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan sosial si kecil bersama teman-temannya.

3. Mempengaruhi pertumbuhan anak

Dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk secara otomatis akan menggangu fungsi mengunyah pada si kecil dan pada kondisi sakit gigi, si kecil pasti akan malas makan, sehingga asupan nutrisi pun menjadi terbatas. Sehingga, kesehatan gigi ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Banyak sekali kan dampak buruknya?

Padahal, banyak dari masalah gigi dapat dicegah dan pada masa awal sifatnya reversible atau bisa kembali sehat loh.

Bagaimana mencegahnya? Tentu dengan asupan makanan atau diet yang baik dan menjaga kebersihan gigi dan mulut anak-anak, yaitu dengan menggosok gigi, dan yang penting adalah pembekalan mengenai pendidikan kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin.

Salam Sehat,

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/pdf/1900.pdf

http://www.ijdr.in/article.asp?issn=0970-9290;year=2010;volume=21;issue=2;spage=253;epage=259;au

http://www.who.int/bulletin/volumes/83/9/677.pdf

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1807-25772015000500285

http://www.hindawi.com/journals/aph/2015/651836/

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1806-83242008000400010

 

Read More
poster difaEdu anak

Yuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan anak-anak Indonesia sehat

Hai teman-teman semua..

Masih inget gak sama artikel kami yang berjudul “Jangan pernah percaya apa yang dikatakan dokter gigi” ? Belum pernah baca? Yuk baca dulu di sini.. 

Artikel tersebut berisikan kegalauan kami di Difa Oral Health Center soal pola pendidikan dokter gigi dan juga profesi dokter gigi saat ini..

Perasaan galau itu kan gak boleh terlalu berlarut-larut ya. Makanya demi menjadi dokter gigi turut berkontribusi dalam menyehatkan masyarakat Indonesia maka kita membuat 2 program yaitu #skeling123rbseumurhidup dan program kurikulum kesehatan gigi bagi anak usia TK dan SD.

Untuk program #skeling123rbseumurhidup bisa dibaca di sini..

Nah, program kurikulum kesehatan gigi itu apa?

Teman2 tahu gak sih, kalau kondisi rongga mulut kamu itu mempengaruhi kualitas hidup kita sebagai manusia. Adanya sakit gigi selain menyebabkan penurunan produktivitas pada orang dewasa, ternyata mempengaruhi prestasi anak-anak disekolah loh.

Seperti pada penelitian dari Jacson dkk (2011) berjudul Impact of Poor Oral Health on Children’s School Attendance and Performance http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/ yang menunnjukkan anak-anak dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk mengalami kecenderungan penurunan prestasi disekolah 3 kali lipat, yg terlihat dengan peningkatan absesnsi dan penurunan konsentrasi disekolah dibandingkan dengan anak-anak dengan kesehatan gigi yang baik.

Selama ini solusi dari umumnya dokter gigi adalah menambal dan mencabut gigi yang rusak, padahal menurut kita itu sama sekali bukan solusi.

Solusi yang paling tepat adalah bagaimana kami sebagai dokter gigi dan kalian sebagai masyarakat umum saling bekerjasama untuk membuat jangan sampai anak-anak Indonesia yang memiliki gigi berlubang.

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi sedini mungkin.

Makanya Difa Oral Health Center membuat satu kurikulum kesehatan gigi yang menyenangkan untuk anak-anak. Dimana anak-anak bisa bermain dan belajar mengenai kesehatan gigi dengan cara yang menyenangkan.

Tapi terkadang apa yang baik menurut dokter gigi, belum tentu dapat diterima oleh masyarakat umum. Jadi kami mengajak teman-teman semuanya dalam partisipasinya untuk menyempurnakan kurikulum kesehatan gigi dan mulut DifaEdu untuk anak-anak yang sudah kami buat ini.

Mohon partisipasinya dengan mengirimkan data diri dan latar belakang kalian (misalnya ibu dengan 2 anak, atau guru sekolah, atau karyawan dengan 1 anak, bahkan dokter gigi juga boleh ikutan kok) ke email difaohc.edu@gmail.com. Nanti kami akan mengirimkan ringkasan kurikulum difaEdu yang sudah kami buat, dan mohon kirimkan feedback ke kami dengan menuliskan kritik, saran, pendapat, usulan, atau apaa aja ke kami.

Partisipasi teman-teman sangat membantu anak-anak Indonesia untuk menjadi sehat dan berprestasi, dan mari menjadi bagian dari perubahan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.

Ditunggu partisipasinya ya \o/

Read More
poster acara 21 feb

Yuk menjadi #PasienCerdas bersama Difa Oral Health Center

Hai.. teman-teman ikutan event Difa OHC terbaru yuk

Berbeda dari acara sharing session yang sebelumnya udah pernah kita adain, kali ini Difa Oral Health Center mengajak teman-teman semua untuk menjadi bagian dari generasi sehat dan pasien cerdas.

Kita bakal ngadain acara ngobrol santai dan seru seputar kesehatan gigi dan mulut bersama kami Difa Oral Health Center..

Kita ngobrolin apa aja tentang pekerjaan dokter gigi, tahapan perawatan gigi dan mulut yang ideal, mitos dan fakta seputar kesehatan gigi dan mulut, dan hal apa saja yang menjadi ganjalan di hati kamu soal dokter gigi dan perawatan gigi dan mulut bisa ditanyakan di acara ini..

Bayar?

Gratis dong.. teman-teman boleh ajak siapa saja buat di acara ini.. Dan dijamin teman-teman pasti bertambah sehat karena ara ngobrolnya bakal ditemenin sama buah sehat dari Sunpride..

Oiya buat teman-teman yang mau hadir dimohon membawa tumbler atau tempat minum masing-masing ya, karena ada sesi minum smoothies buah segar dari Sunpride juga.

Pelit banget sih gak modal gelas sekali pakai buang ?!

Bukannya pelit sih, tapikan kita sebagai generasi muda, udah saatnya memperhatikan kelestarian bumi kita. HIDUP GO GREEN.. 🙂

Satu lagi yg harus temen-temen tahu.. Siapkan uang kecil ya, karena selain acara ngobrol seru ini, ada garage sale untuk charity \o/

Dan yang terakhir, Siapkan hati kamu jangan sampai kamu terkejut. Karena kami dari Difa Oral Health Center mau bagi-bagi perawatan skeling dan topikal fluoridasi gratis bagi 3 orang beruntung..

Seru banget kan acaranya…

Kapan?

Catet tanggalnya yaaa.. hari minggu, tgl 21 Februari 2016, pukul 14-17

Yuk kita ambil bagian dalam gerakan #PasienCerdas menuju #IndonesiaSehat #IndoensiaBebasPenyakitGigiMulut #IndonesiaBebasGigiBerlubang

 

Bekerjasama dengan:

sunpride logo

Read More
Skip to toolbar