Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: DifaOHC

5 web keren title (1)

5 Website Kesehatan Gigi Terkeren Versi Difa OHC

Ayo jujur, selama ini siapa diantara kalian yang udah merasa kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kita? Jangan kesehatan gigi dan mulut dulu deh, tentang kesehatan tubuh aja.. Ada?

Dan siapa diantara kalian yang sering atau pernah bukain  website atau browsing tentang kesehatan di internet?

Atau buat yang udah punya anak, pernah gak mencoba mencari website yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kesehatan?

Apa?? Website kesehatan umumnya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan aja?  Terus kontennya membosankan dan kebanyakan tulisan? Gak interaktif?

Ada kok website tentang kesehatan yang bagus, keren, menarik, atraktif, lucu, dan bikin ketagihan buat bukain isinya..

Berikut ini 5 website kesehatan gigi dan mulut yang menurut Difa OHC ini kereeeen banget. Yuk kita tengok bareng-bareng..

No 5:  Website dari Colgate http://www.colgate.com/en/us/oc/oral-health

colgate

Emang si website ini untuk kepentungan promosi dan branding produk-produk Colgate, tapi dibagian menu Oral Care Center kita bisa dapet banyak banget informasi seputar kesehatan gigi dan mulut. Mulai dari tentang cara mencegah gigi berlubang, bagaimana menjaga kesehatan gigi pada bayi dan anak-anak, sampai ke masalah veneer dan kedokteran gigi estetik yang lagi ngehits sekarang ini..

Tampilannya simple, tampilan menu yang sederhana dan juga isi artikel yang menurut kita sih cocok dibaca baik oleh dokter gigi, perawata gigi, dan masyarakat umum karena dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti.

No 4: Website dari American Dental Associatiom (ADA) http://www.mouthhealthy.org/en/

ADA

Seperti judulnya website ini merupakan kepunyaan organisasi American Dental Association, atau bisa disamakan dengan organisasi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) kali ya.

Nah, diwebsite ini berisi banyak banget informasi seputar kesehatan yang masyarakat umum dan juga dokter gigi harus tahu. Contohnya tentang gimana merawat kesehatan gigi pada saat kehamilan, pada masa bayi dan anak-anak. remaja, sampai usia manula ada disini.. Yang tentunya kalau di Indonesia ilmu kaya gini nih masih awam banget ya, karena dibayangan kita kalau ke dokter gigi ya karena sakit gigi.

Nah di website ini tenaga kesehatan gigi di Amerika sono nih, memberikan segala tips dan pengetahuan untuk merawat kesehatan gigi kita sampai seumur hidup.

No 3: Website dari Washington Dental Service Foundation http://cavityfreekids.org/

cavity free kids

Kalau segala sesuatu yang berhubungan dengan anak-anak itu bikin gemesssss banget gak sih? Dan tampilan ngegemesin itu ada pada website ini.

Gak seperti website sebelumnya yang memang targetannya adalah untuk orang dewasa, website cavityfreekids ini lebih dikhususkan untuk pada orangtua dan guru sekolah, dan juga anak-anak. Gak sekerdar informasi seputar kesehatan gigi pada anak-anak, namun memberikan berbagai lembar aktivitas untuk anak-anak bermain dan juga berlajar tentang kesehatan gigi.

No 2:  Website dari American Dental Association (ADA) juga tapi khusus anak  http://www.mouthhealthykids.org/en/

mouth healthy kids

Ini termasuk website favorit banget nya tim Difa OHC, soalnya berasa pengen jadi anak-anak lagi. hehe :))

Mungkin buat temen-temen yang waktu kecil ngerasa takut sama dokter gigi dan sekarang nyesel karena giginya pada rusak dan males ke dokter gigi karena mahal biaya perawatan gigi, setelah liat website ini pasti jadi mikir “seandainya waktu gw kecil dulu, gue tahu ada website begini, pasti gigi gue gak sehancur sekarang..”

Di website ini tu mayoritas berisi lembar aktifitas, video, dan permainan yang bikin anak-anak punya persepsi menyenangkan kepada dokter gigi yang membantu anak-anak dalam merawat dan menjaga kesehatan gigi.

No 1: Website Sesame Street http://www.sesamestreet.org/parents/topicsandactivities/toolkits/teeth

sesame street

Ini sebenernya bukan website khusus kesehatan gigi, tapi menurut kita nih,  website Sesame street ini berisi konsen-konten yang baik banget untuk anak-anak dalam belajar menjadi sehat.

Ada game menggosok giginya monster cookies, ada lembar aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan gigi, ada lagu-lagu yang mengajak anak-anak untuk rajin menyikat gigi. Pokoknya semua hal di website ini cocok banget deh buat membuat kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang amat sangat menyenangkan bagi orang dewasa dan juga anak-anak.

Nah, ini adalah 5 website tentang kesehatan gigi yang terkeren menurut versi Difa OHC,  gimana menurut kamu?

Read More
title artikel makanan

Diet dan Nutrisi Tepat demi Senyum Sehat Si Kecil

drg. Arfina Arief MM.

“Food choices and dietary patterns are essential determinants of dental caries”

Kita semua setuju bahwa makanan manis seperti permen dan coklat dapat menyebabkan gigi berlubang pada si kecil. Dan kita semua setuju bahwa keseimbangan diet dan nutrisi penting untuk si kecil.

Namun tahukah anda bahwa pola makan dan pilihan makanan yang dimakan oleh si kecil memegang peranan penting dalam pencegahan gigi berlubang dan juga pada proses terjadinya gigi berlubang. Dan  tahukah anda selain faktor makanan manis, masih terdapat jenis makanan yang juga berpotensi menimbulkan gigi berlubang.

Sehingga pemilihan jenis makanan untuk si kecil menjadi penting kita ketahui agar si kecil terhindar dari gigi berlubang dan sakit gigi.

Masih ingatkah anda dengan 4 golongan makanan menurut kecenderungan terjadinya gigi berlubang? (cari tahu di sini)

Potensi Acidogenic pada Makanan

Tidak atau kurang acidogenic:  sayuran mentah (wortel, brokoli, daun selada, dll), daging merah, ikan, daging putih, susu, keju, yogurt, jagung, lemak, minyak, mentega, margarin, pemanis non gula.

Acidogenic: sayuran yang dimasak, buah segar, buah kaleng, jus buah, minuman buah, creamers, es krim, puding, keripik kentang, krekers, marshmallows, nasi, pasta, roti, cereals, kentang goreng, kue, cookies, pie, pastry, permen, permen mint, permen pereda batuk, pisang, buah kering.

Berbagai makanan dan minuman yang selama ini kita pikir sehat ternyata memiliki peranan dalam terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Namun jangan kuatir, hal ini bisa di siasati dengan pola pemberian dan kombinasi makanan yang tepat.

Frekuensi dan Waktu Makan

Frekuensi makan memegang peranan dalam kecenderungan si kecil mengalami gigi berlubang. Frekuensi makan yang terus-menerus menyebabkan penurunan pH pada rongga mulut yang akan mengakibatkan larutnya mineral pada email dan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.  Menurut penelitian makin seringnya frekuensi makan seseorang, akan meningkatkan terjadinya resiko gigi berlubang. Penelitian Vipeholm menunjukkan terjadinya kecenderungan gigi berlubang yang lebih tinggi pada seseorang yang nyemil makanan mengandung gula di sela-sela jam makannya.

Selain itu waktu atau jam makan. Makan makanan mengandung karbohidrat pada jam tidur akan mengurangi produksi air ludah pada waktu tidur, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang.

Kombinasi Makanan

Ketika makan yang mengandung karbohidrat dimakan tanpa disetai makanan jenis lain, akan meningkatkan produksi asam dan menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga resiko gigi berlubang menjadi bertambah. Namun kondisi ini dapat dicegah bila mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gula seperti keju, susu, dll, yang dapat merangsang keluarnya air ludah pada sebelum, selama, atau sesudah konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tersebut.

Maka kombinasi antara makanan mengandung karbohidrat, protein dan lemak dapat menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang pada si kecil.

Air putih sebagai nutrisi penting dalam mencegah terjadinya gigi berlubang

Selama ini air putih menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi yang sering diabaikan oleh kita. Namun air putih ini merupakan komponen terpenting dalam terbentuknya air ludah. Dimana air ludah ini mengandung berbagai mineral pencegah terjadinya gigi berlubang, seperti kalsium. fosfat, dan mineral yang penting untuk gigi. Air ludah dapat merangsang remineralisasi atau terbentuknya kembali mineral gigi pada lubang gigi kecil.

Selain itu, air ludah juga mengandung protein antibakteri sehingga bersama dengan aliran air ludah yang timbil dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Saran dari kami dokter gigi dalam mengurangi resiko gigi berlubang bagi si kecil

1. Kurangi frekuensi konsumsi makanan atau minum yang mengandung fermentasi karbohidrat, terutama di sela-sela jam makan

2. Akhiri makan atau minum dengan makanan atau minuman yang bersifat anticariogenic dan cariostatic

3. Minum air putih yang banyak

4. Kombinasikan konsumsi makanan manis maupun asam dengan makanan atau minuman yang dapat menetralisir penurunan pH rongga mulut.

5. Mengunyah permen karet xylitol mampu mengurangi resiko karies dengan menetralisir pH rongga mulut dan juga meningkatkan produksi air ludah

 

Salam Sehat,

Refrensi:

  1. Palmer Carole A., Diet and Nutrition in Oral Health 2nd Ed, Pearson, 2007
  2. http://www.mouthhealthy.org/en/nutrition
  3. http://www.dentalcare.com/media/en-US/education/ce301/ce301.pdf
Read More
poster bapindo maret (1)

Difa Oral Health Center Goes To PLAZA BAPINDO

Hai-hai..

Gimana kondisi kesehatan gigi dan mulut kalian? Kita berharap dengan adanya Difa Oral Health Center ini, kesehatan gigi dan mulut teman-teman semua semakin hari semakin meningkat ya..

Nah, saat ini untuk mendekatkan jarak antara teman-teman semua dengan Difa Oral Health Center dengan cara hadir di Plaza Bapindo dari tanggal 29 Maret sampai 1 April 2016 dari jam 9 pagi sampai jam 17 sore..

Yuk buruan catet di agenda kalian masing-masing ya.. dari tanggal 29 Maret sampai 1 April 2016.

Selain ada produk-produk kesehatan gigi dan mulut seperti sikat gigi, pasta gigi, obat kumur, ada juga opalesence-go yang terbukti bisa untuk mutihin gigi kamu di rumah.

Kalau pengen tanya-tanya tentang kesehatan gigi dan mulut bisa gak? Tentu bisa dong, nanti disana ada dokter gigi dari Difa Oral Health Center yang kece-kece yang bakal dengan senang hati diajak ngobrol soal bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Serta ada satu lagi kejutan buat teman-teman semua yang datang di acara ini..  Apa itu kejutannya?

Follow dan pantengin terus timeline twitter @difa_OHC dan juga facebook  Difa Oral Health Center dan jangan lupa datang ke Plaza Bapindo hari Selasa tgl 29 Maret sampai jumat tgl 1 April 2016 dari jam 9 sampai 5 sore di booth no 15. Dengan hestek #difaOHCgoes2Bapindo

Sampai ketemu ya \o/

Read More
anak-anak

Siapakah yang Harus Berperan dalam Pendidikan Kesehatan Untuk Anak ?

drg. Miranda Adriani

Keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam perkembangan individu anak-anak. Dan banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang tua dan sekolah berperan penting dalam membantu anak dalam menjaga kesehatan gigi.  

Anak-anak menghabiskan sebagian waktunya di institusi pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap hidup mereka. Sekolah sebagai tempat mereka belajar dan berkembang, menanamkan keyakinan, mengasah ketrampilan, dan menjadi lingkungan penting untuk mengembangkan kebiasaan hidup sehat seperti kesehatan gigi. Dan keluarga sebagai lingkungan yang menjaga dan mendukung kebiasaan hidup sehat yang diberikan di sekolah tersebut.

Bagaimana dengan pendidikan kesehatan, terutama kesehatan gigi?

Kita tahu bahwa pendidikan kesehatan gigi memegang perawan penting dalam kesehatan, perkembangan dan pertumbuhan dan juga prestasi anak di sekolah. (Apakah gigi anak harus dirawat?)

Namun siapakah yang memiliki peranan dalam memberikan pengetahuan kesehatan gigi tersebut? Apakah guru? orangtua? dokter gigi? 

World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan  promosi kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Sekolah dipandang sebagai tempat yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan gigi karena melalui sekolah promosi kesehatan gigi tersebut dapat menjangkau lebih dari 1 milyar anak di seluruh di dunia. Dengan demikian diharapkan banyak anak-anak sadar untuk menjaga kesehatan giginya dari kecil.

Sebagai nilai tambah, pendidikan kesehatan gigi ini sederhana dan sifatnya tidak hanya sementara.

Sederhana, karena pendidik hanya menciptakan kebiasaan yang baik pada anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dan kesehatan seluruh tubuhnya.  Lebih mudah dan cost effective daripada di saat anak dewasa, mereka harus bolak-balik ke dokter gigi karena sakit gigi.

Tidak sementara, karena dapat memberikan pesan kepada anak bahwa kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dan harus dijaga, sehingga di masa yang akan datang memiliki pengaruh yang besar pada kondisi gigi dan kesehatan tubuhnya secara umum sampai mereka tua nanti.

Nah sudahkan sekolah anda atau sekolah anak anda menjalankan rekomendasi dari WHO ini? Jika sudah menjalankan dengan menyediakan dokter gigi dilingkungan sekolah, apakah dokter gigi tersebut sudah menjalankan upaya promosi kesehatan ini atau hanya mengobati anak-anak yang giginya sakit saja?

Difa Oral Health Education for Childrenposter difaEdu anak

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/pdf/1900.pdf

http://www.ijdr.in/article.asp?issn=0970-9290;year=2010;volume=21;issue=2;spage=253;epage=259;au

http://www.who.int/bulletin/volumes/83/9/677.pdf

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1807-25772015000500285

http://www.hindawi.com/journals/aph/2015/651836/

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1806-83242008000400010

Read More
halitosis

7 Fakta Tentang Bau Mulut

drg. Dita Firdiana

Fakta 1: Bau mulut atau halitosis dapat berdampak pada kehidupan sosial.

Fakta 2: Mayoritas orang yang memiliki bau mulut tidak menyadari bahwa dirinya memiliki bau mulut yang tidak sedap. Hal ini disebabkan oleh adanya proses adaptasi dari indra peciuman seseorang terhadap bau mulutnya sendiri. Keluhan mengenai bau mulut justru dikemukakan oleh orang-orang sekeliling yang pada akhirnya  membuat orang menyadari mengenai masalah bau mulutnya tersebut.

Fakta 3: Obat kumur yang mengklaim bisa mengatasi masalah bau mulut sebenarnya hanya bersifat sementara dan “masking effect”

Fakta 4: Ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk mengukur kadar bau mulut seseorang dengan cara mencium aroma mulut secara langsung dengan jarak 20 cm dari mulut pasien. Pemeriksaan ini dinamakan pemeriksaan organoleptic

Fakta 5: Sembilan puluh persen penyebab bau mulut disebabkan oleh masalah di dalam mulut seperti gigi berlubang dan juga karang gigi. Dan 10% nya dapat berasal dari masalah di luar rongga mulut, seperti masalah pencernaan, sinusitis, paru-paru dan sebagainya.

Fakta 6: Sebanyak 1 triliun dollar Amerika Serikat pertahun habis untuk pembelian obat kumur untuk mengatasi masalah bau mulut, yang sebenarnya hanya bersifat sementara, “masking effect”, dan tidak mengatasi bau mulut sampai ke penyebab sebenarnya.

Fakta 7: Halitofobia adalah seseorang yang merasa khawatir dan takut berlebihan terhadap bau mulutnya sendiri.

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3633265/

Read More
poster tgl 3 april 2

Buka Mata, Buka Hati – Menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-

Dear teman-teman doker gigi,
Difa Oral Health Education mempersembahkan:
“Buka Mata, Buka Hati – menjadi dokter gigi untuk semua kalangan-”

Mari membuka mata dan hati kita tentang HIV / ODHA dan menjadi dokter gigi untuk semua kalangan. #KlinikGigiRamahODHA

Minggu, 3 April 2016
pukul 09:00-14:00
Lokasi: Difa Oral Health Center
Jl. Benda Raya no 98G, kemang-ampera, jakarta selatan

Investasi hanya Rp. 150.000 per peserta! (include lunch)

Materi dan workshop:
– Kondisi HIV/AIDS di Indonesia
– Stigma yang di dapat ODHA dalam layanan dokter gigi
– Apa itu HIV/AIDS dan potensi penularan dalam praktek dokter gigi
– Apa yang harus dokter gigi ketahui ketika merawat pasien ODHA

Konfirmasi pembayaran beserta bukti dan Nama Lengkap, email dan nomer Whatsapp ke +6281316506535 (difaOHC) (WA/SMS Only) atau LINE @difaohc (pake @)

Dapatkan bonus Cairan disinfektan oneMed

Read More
Gigi Sehat Untuk Indonesia Sehat

Apakah Gigi Anak-anak Harus dirawat?

Drg. Miranda Adriani

Pernahkah anda menjumpai anak-anak dengan gigi berlubang? Mungkin anak anda atau keponakan anda yang giginya depannya terlihat menghitam? Atau pada keadaan lebih buruk,pernahkah anda melihat anak mengalami sakit gigi yang berdenyut sehingga susah tidur?

Tentu pernah! Karena nyatanya gigi berlubang merupakan penyakit kronis yang paling umum dijumpai pada anak-anak. Nah berikut alasan mengapa gigi susu pada si kecil harus dirawat:

1. Akan mempengaruhi prestasi di sekolah

Dari penelitian, ternyata hampir 80% anak-anak di di dunia mengalami gigi berlubang. Keadaan ini mengakibatkan lebih dari 50 juta jam sekolah hilang karena anak-anak absen dari sekolah karena giginya sakit. Absennya anak-anak dari sekolah tersebut, akan menurunkan performanya di sekolah akibat waktu belajarnya menjadi terganggu. DAlam penelitian, anak-anak dengan kesehatan gigi yang buruk akan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sebanyak 12 kali lebih lipat dari pada anak dengan kesehatan gigi yang baik

2. Menggangu si anak dalam bersosialisasi

Kesehatan gigi yang buruk akan berpengaruh terhadap penampilan dan kepercayaan diri anak-anak dan kemampuan anak dalam berkomunikasi yang secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan sosial si kecil bersama teman-temannya.

3. Mempengaruhi pertumbuhan anak

Dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk secara otomatis akan menggangu fungsi mengunyah pada si kecil dan pada kondisi sakit gigi, si kecil pasti akan malas makan, sehingga asupan nutrisi pun menjadi terbatas. Sehingga, kesehatan gigi ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Banyak sekali kan dampak buruknya?

Padahal, banyak dari masalah gigi dapat dicegah dan pada masa awal sifatnya reversible atau bisa kembali sehat loh.

Bagaimana mencegahnya? Tentu dengan asupan makanan atau diet yang baik dan menjaga kebersihan gigi dan mulut anak-anak, yaitu dengan menggosok gigi, dan yang penting adalah pembekalan mengenai pendidikan kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin.

Salam Sehat,

Refrensi:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/pdf/1900.pdf

http://www.ijdr.in/article.asp?issn=0970-9290;year=2010;volume=21;issue=2;spage=253;epage=259;au

http://www.who.int/bulletin/volumes/83/9/677.pdf

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1807-25772015000500285

http://www.hindawi.com/journals/aph/2015/651836/

http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1806-83242008000400010

 

Read More
HIV selogan

Bila Saya Dokter Gigi dan Pasien Saya Adalah ODHA (1)

drg. Widya Apsari Sp.PM

Satu cerita, ada salah satu dosen dokter gigi berjenis kelamin laki-laki menolak membimbing mahasiswa Co-ass dalam menambal gigi pasien, karena pasien tersebut adalah ODHA (orang yang hidup dengan HIV/AIDS).  Dosen tersebut beralasan karena belum menikah dan belum punya anak.

Apa yang terlintas dipikiran anda pertama kali setelah membaca cerita tersebut?

Ketika saya mendengar teman saya bercerita tentang kejadian tersebut, yang pertama kali terlintas di pikitan saya adalah “emang dokter itu mau ngapain sama pasiennya?”

Nah coba kita telusuri apakah benar pernyataan dokter tersebut, apakah ada korelasinya antara menolak menangani pasien ODHA dalam menambal gigi dan alasan belum menikah dan belum punya anak..

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:

1. Darah

2. Air mani

3. Cairan vagina

4. Air susu ibu (ASI)

Penularan HIV dapat melalui :

1. Berhubungan seks yang memungkinkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang terinfeksi HIV masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi (yaitu hubungan seks yang dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur, juga melalui mulut, walau dengan kemungkinan lebih kecil)

2. Memakai jarum suntik secara bergantian dengan orang lain yang terinfeksi HIV

3. Menerima transfusi darah dari donor yang terinfeksi HIV

4. Dari ibu terinfeksi HIV ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui sendiri.

Nah, setelah anda tahu dimana virus HIV itu berada dan tahu bagaimana penularan HIV tersebut, apakah anda sudah mengetahui alasan saya kenapa saya berpikir “Emang dokter itu mau ngapain sama pasiennya?”

Anda tidak akan tahu penyakit yang dimiliki oleh pasien bila pasien tersebut tidak berterus terang kepada anda. Dengan pasien jujur dan berterus terang mengenai penyakit yang dimilikinya, berarti pasien tersebut berbaik hati ingin melindungi agar anda dan pasien lainnya agar tidak tertular.

PELAJARI penyakitnya, KENALI orangnya, dan LAYANI dengan seperuh hati

(Refrensi : www.spiritia.or.id, http://spiritia.or.id/dokumen/buku-hidup.pdf)

Read More
Dental Unit

Ada yang baru dari Difa OHC di bulan Maret 2016

Tanggal 10 Maret 2016 merupakan hari yang dinanti-nanti oleh kami semua di Difa Oral Health Center.

Ada apa?

Ada dental unit tau kursi gigi baru yang mengisi ruangan kami..

Semoga dengan bertambahnnya dental unit ini kami di Difa Oral Health Center makin dapat melayani dan membantu teman-teman semua lebih baik lagi.. Jadi kalau mau datang buat #skeling123rbseumurhidup pada gak ngantre lagi..

Amin :))

Read More
poster difaEdu anak

Yuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan anak-anak Indonesia sehat

Hai teman-teman semua..

Masih inget gak sama artikel kami yang berjudul “Jangan pernah percaya apa yang dikatakan dokter gigi” ? Belum pernah baca? Yuk baca dulu di sini.. 

Artikel tersebut berisikan kegalauan kami di Difa Oral Health Center soal pola pendidikan dokter gigi dan juga profesi dokter gigi saat ini..

Perasaan galau itu kan gak boleh terlalu berlarut-larut ya. Makanya demi menjadi dokter gigi turut berkontribusi dalam menyehatkan masyarakat Indonesia maka kita membuat 2 program yaitu #skeling123rbseumurhidup dan program kurikulum kesehatan gigi bagi anak usia TK dan SD.

Untuk program #skeling123rbseumurhidup bisa dibaca di sini..

Nah, program kurikulum kesehatan gigi itu apa?

Teman2 tahu gak sih, kalau kondisi rongga mulut kamu itu mempengaruhi kualitas hidup kita sebagai manusia. Adanya sakit gigi selain menyebabkan penurunan produktivitas pada orang dewasa, ternyata mempengaruhi prestasi anak-anak disekolah loh.

Seperti pada penelitian dari Jacson dkk (2011) berjudul Impact of Poor Oral Health on Children’s School Attendance and Performance http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222359/ yang menunnjukkan anak-anak dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk mengalami kecenderungan penurunan prestasi disekolah 3 kali lipat, yg terlihat dengan peningkatan absesnsi dan penurunan konsentrasi disekolah dibandingkan dengan anak-anak dengan kesehatan gigi yang baik.

Selama ini solusi dari umumnya dokter gigi adalah menambal dan mencabut gigi yang rusak, padahal menurut kita itu sama sekali bukan solusi.

Solusi yang paling tepat adalah bagaimana kami sebagai dokter gigi dan kalian sebagai masyarakat umum saling bekerjasama untuk membuat jangan sampai anak-anak Indonesia yang memiliki gigi berlubang.

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi sedini mungkin.

Makanya Difa Oral Health Center membuat satu kurikulum kesehatan gigi yang menyenangkan untuk anak-anak. Dimana anak-anak bisa bermain dan belajar mengenai kesehatan gigi dengan cara yang menyenangkan.

Tapi terkadang apa yang baik menurut dokter gigi, belum tentu dapat diterima oleh masyarakat umum. Jadi kami mengajak teman-teman semuanya dalam partisipasinya untuk menyempurnakan kurikulum kesehatan gigi dan mulut DifaEdu untuk anak-anak yang sudah kami buat ini.

Mohon partisipasinya dengan mengirimkan data diri dan latar belakang kalian (misalnya ibu dengan 2 anak, atau guru sekolah, atau karyawan dengan 1 anak, bahkan dokter gigi juga boleh ikutan kok) ke email difaohc.edu@gmail.com. Nanti kami akan mengirimkan ringkasan kurikulum difaEdu yang sudah kami buat, dan mohon kirimkan feedback ke kami dengan menuliskan kritik, saran, pendapat, usulan, atau apaa aja ke kami.

Partisipasi teman-teman sangat membantu anak-anak Indonesia untuk menjadi sehat dan berprestasi, dan mari menjadi bagian dari perubahan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.

Ditunggu partisipasinya ya \o/

Read More
Skip to toolbar