Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: DifaOHC

IMG_0453

Difa Oral Health Center di Program Sapa Pagi KompasTV

Hari Senin, tanggal 30 November 2015 merupakan hari yang tidak dapat kami lupakan sepajang berdirinya Difa Oral Health Center.

Secara tidak terduga kami mendapat telpon dari Kompas TV, bahwa Kompas TV mengudang kami sebagai salah satu tamu dalam program Sapa Pagi  dalam rangka mempertingati Hari AIDS Sedunia, tanggal 1 Desember. Tanpa berpikir panjang kami menerima tawaran dari Kompas TV tersebut dengan senang hati. Namun, mengapa kami?

Mengapa Difa Oral Health Center terpilih menjadi tamu dalam program Sapa Pagi ?

Bisa dikatakan Difa Oral Center merupakan klinik dokter gigi yang pada saat itu bahkan belum genap berumur 1 tahun, tapi kenapa kami terpilih? Itu merupakan pertanyaan yang terus ada di dalam kepala kami setelah mendapat telpon dari Kompas TV. Namun pertanyaan tersebut terjawab setelah dari pihak Kompas TV mengatakan bahwa Difa Oral Health Center terpilih karena konsep dari klinik gigi ramah ODHA yang gencar kami sosialisasikan melalui web dan juga sosial media. Dan hal ini menjadi sesuai dengan topik memperingati Hari AIDS Sedunia.

IMG_0443

Difa Oral Health Center sebagai pelopor klinik gigi non diskriminasi dan stigma

Pada tayangan tersebut dijelaskan oleh drg Widya Apsari bahwa melalui tagline Difa OHC sebagai #KlinikGigiRamahOdha, selain untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang layak bagi teman-teman ODHA, juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai adanya standar universal precaution dalam  kontrol infeksi pada layanan kesehatan. Juga mengedukasi perlunya memberitahukan riwayat kesehatan tubuh bukan hanya pada HIV saja, namun berbagai penyakit seperti TBC, hepatitis, penyakit jantung, diabetes, asma dan lain-lain kepada dokter gigi, agar dokter gigi dapat merawat kesehatan gigi dan mulut secara optimal dan tepat.

Dengan kita saling terbuka mengenai status kesehatan kita, kita membantu dokter dalam memberikan layanan kesehatan yang baik. Dan masing-masing dapat saling melindungi dalam penularan penyakit antara dokter-pasien, pasien-dokter dan juga antar pasien.

Terimakasih kepada Tim Sapa Pagi Kompas TV atas kepercayaan terhadap kami sebagai bintang tamu.. :))

Read More
health eat

Gigi Rapi untuk Kesehatan Tubuh

Gigi rapih dan tersusun rapih dan terlihat indah pada saat tersenyum merupakan dambaan banyak orang. Alasan itu yang umumnya digunakan seseorang dalam memutuskan untuk melakukan perawatan ortodontik, atau kawat gigi, atau behel.

Tapi tahu kah jika gigi geligi yang rapih lebih terkait dengan “kesehatan” dibandingkan dengan “keindahan” ?

“Orthodontic treatment is for recognize fuction of teeth.. Than, beauty will follow” — drg. Adianti

Nah, apa saja fungsi utama dari gigi? Tentu yang pertama adalah untuk mengunyah dan memotong makanan dan untuk berbicara. Coba bayangkan bila gigi depan atas kita maju kedepan (tongos) apakah kita bisa menggigit makanan dengan leluasa? Kemudian apakah kita dengan leluasa berbicara dengan gigi yang maju kedepan? Jawabannya tentu tidak

Proses makan merupakan kebutuhan utama manusia untuk hidup. Jadi dengan gigi yang tersusun rapih, proses makan menjadi lebih nyaman, sehingga asupan nutrisi menjadi lebih baik.

Bahkan pada beberapa orang tidak dapat mengunyah dengan menggunakan gigi geligi pada dua sisi. Sehingga selalu mengunyah pada satu sisi gigi gerahamnya.

Nah apa dampaknya bila mengunyah dengan satu sisi rahang ini dibiarkan? Dampak pertama adalah penumpukan karang gigi disisi yang tidak digunakan untuk mengunyah makanan. Kemudian perubahan bentuk wajah oleh karena pembesaran otot wajah yang lebih sering digukanan untuk makan. Dan juga pada tingkat yang lebih parah mengunyah makanan pada satu sisi rahang dapat menyebabkan kerusakan pada sendi rahang.

Gigi geligi yang susunannya cenderung bertumpuk memiliki kemungkinan terjadinya penumpukan plak dan karang gigi serta terjadinya karies atau gigi berlubang yang lebih besar dari pada gigi geligi yang tersusun rapih.

Jadi perawatan ortodontik atau kawat gigi atau behel tidak melulu berhubungan dengan kecantikan, tapi lebih pada aspek kesehatan kita.

Complete physical health begins your smile.. — Difa OHC

ortho

Difa Oral Health Center
Jalan Benda Raya no 98G. Cilandak Timur. Jakarta Selatan.
Tep: (021)7812317. Whatsap/SMS : 081316506535. Line: bit.ly/difaOHC .BBM : 5804B228. Email :contact@difaohc.com

 

Read More
difaOHC

Difa Oral Health Center sebagai pelopor Kesehatan Rongga Mulut

"Complete phycical health begins with your smile"

Itu merupakan tagline Difa Oral Health Center, sebagai wujud kontribusi dokter gigi dalam menjaga kesehatan tubuh melalui kesehatan gigi dan mulut.

Apa yang membedakan Difa Oral Health Center dengan klinik gigi lainnya?

Kami menyebut Difa Oral Health Center (Difa OHC) bukan sebagai klinik gigi, namun kami adalah klinik dokter gigi. Dokter gigi yang tidak hanya merawat kesehatan gigi geligi, namun dokter gigi yang merawat seluruh bagian dari kesehatan rongga mulut costumer. Sehingga konsep Difa OHC sebagai klinik dokter gigi yang bukan semata memberikan layanan kesehatan gigi, namun kami memberikan layanan kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.

Itu juga yang mendasari mengapa kami memilih nama ” Difa Oral Health Center” dan bukan “Difa Dental Health Center”. Kami memberikan fokus layanan kesehatan yang lebih luas dari sekedar perawatan gigi, namun layanan kesehatan rongga mulut secara keseluruan.

Apa yang dimaksud dengan “layanan kesehatan rongga mulut, dan bukan sekedar perawatan gigi?”

Difa OHC memperhatikan seluruh aspek dan bagian dari rongga mulut, yang meliputi lidah, air ludah, mukosa pipi (kulit pipi dalam), bibir, gusi, langit-langit, dan tentu saja gigi. Karena untuk mencapai kesehatan rongga mulut, tidak cukup hanya dengan memperhatikan kesehatan gigi, namun aspek lain pun menjadi bagian yang harus kita perhatikan dari customer kami.

Bagaimana konsep dari Difa Oral Health Center yang ingin ditunjukkan kepada customer dan juga calon customer?

Difa OHC ingin dikenal sebagai klinik dokter gigi yang melayani setiap customer kami dengan “sentuhan kemanusiaan dan personal”. Kami sadar bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan secara unik dan berbeda, oleh karena itu konsep utama yang ingin kami sampaikan adalah Difa OHC sebagai klinik dokter gigi yang “non diskriminasi” terutama kepada kelompok masyarakat tertentu yang termarginalkan oleh karena suatu penyakit yang dimilikinya.

Selain itu kami ingin setiap custumer kami mendapat ilmu kesehatan rongga mulut baik setelah berkunjung ke Difa OHC melalui komunikasi yang baik antara staf Difa OHC dengan setiap customer, maupun melalui berbagai media elektronik dan sosial media yang kami miliki.

Target apa saja yang dimimiliki oleh Difa Oral Health Center terhadap setiap customer yang datang?

Kami ingin setiap customer yang datang ke Difa OHC mendapatkan pengetahuan kesehatan dan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan tubuh sendiri, terutama kesehatan rongga mulut.

Jadi layanan pengobatan yang kami berikan, disetai dengan layanan dan edukasi pencegahan penyakit gigi dan mulut, agar tidak terjadi kerusakan pada gigi geligi yang lain diwaktu mendatang. Dan kami berkomitmen untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulut setiap costumer kami.

Apa harapan yang dimiliki oleh Difa Oral Health Center terhadap kesehatan rongga mulut masyarakat Indonesia?

Difa OHC memiliki harapan menjadikan kunjungan ke dokter, terutama dokter gigi, bukan semata untuk mengobati “sakit”, namun untuk “menjaga kesehatan”. Sehingga dokter gigi dan staff Difa OHC menjadi patner costumer Difa OHC untuk mencapai kesehatan tubuh melalui kesehatan rongga mulut.

Sehingga dalam beberapa tahun kedepan kami ingin menjadikan “kunjungan ke Difa OHC sebagai bagian dari gaya hidup sehat”

Difa Oral Health Center
Jalan Benda Raya no 98G. Cilandak Timur. Jakarta Selatan.
Tep: (021)7812317.
Whatsap/SMS : 081316506535.
Line: bit.ly/difaOHC .
BBM : 5804B228.
Email : contact@difaohc.com

Read More
major_aphthous_stomatitis

Yuk Kenali Sariawan dari Sisi Medis?

Istilah sariawan sangat tidak asing ditelinga kita, bahkan ada diantara kita yang sering sekali mengalami sariawan dan kondisi ini sangat menggangu aktifitas sehari-hari.

Berikut ini simak wawancara Difa Oral Health Center (Difa OHC) dengan salah satu ower Difa OHC yaitu drg. Widya Apsari Sp.PM

Difa OHC: Sebelum masuk ke topik sariawan, bisa dijelaskan mengenai gelar Sp.PM dibelakang nama dokter?

drg. Widya: Sp.PM singkatan dari Spesialis Penyakit Mulut, termasuk salah satu cabang dari spesialisasi kedokteran gigi. Spesialis penyakit mulut ini mempelajari penyakit dijaringan lunak rongga mulut seperti lidah, bibir, pipi bagian dalam, langit-langit, dan juga gusi.
salah satu jenis penyakit yang dipelajari adalah sariwan tersebut, gambaran khas di rongga mulut dari penyakit di tubuh tertentu, dan juga tatalaksana perawatan gigi dan mulut pada pasien dengan penyakit tertentu.

Difa OHC: Sekarang mengenai sariawan, sebetulnya istilah sariawan dalam pandangan ilmu kedokteran itu apa?

drg. Widya: umumnya masyarakat menyebut sariawan sebagai istilah untuk seluruh jenis luka dalam rongga mulut” apakah itu di pipi, lidah bibir, langit-langit, bahkan gusi.
namun, dalam sisi ilmu penyakit mulut istilah sariawan ini amat luas bahkan terdiri dari berbagai diagnosis sesuai dengan penyebab sariawan itu sendiri.

Difa OHC: Bisa disebutkan diagnosa sariawan yang paling umum ditemukan di masyarakat?

drg. Widya: Sariawan yang paling umum ditemukan adalah Stomatitis Aphotsa Recurrent (SAR). ini dialami oleh kurang lebih 20% dari seluruh populasi di dunia. Sedangkan diagnosa sariawan lainnya yang juga umum ditemukan adalah sariawan akibat trauma tergigit (traumatic ulcer), sariawan akibat alergi (stomatitis alergi), sariawan akibat infeksi virus atau bakteri, infeksi jamur kandidia pada rongga mulut, dan juga ada sariawan tertentu yang khas pada penderita penyakit seperti lupus, pemphigus, HIV, bahkan TBC. Sehingga penegakan suatu sariawan amat tergantung dari kemampuan dokter dalam menganalisa keluhan pasien dan juga gambaran klinis dari sariawan tersebut. Nah, kemampuan membedakan berbagai jenis sariawan ini yang dipelajari oleh spesialis penyakit mulut.

Difa OHC: Sekarang pembahasan kita khusus pada Stomatitis Aphtosa Rekurent (SAR) yang paling umum diamali oleh masyarakat kita. Bisa dijelaskan mengenai SAR ini?

drg. Widya: SAR ini adalah suatu luka di jaringan lunak rongga mulut terutama di lidah, pipi dalam, bibir, dan juga dasar mulut dengan tingkat kekambuhan sampai lebih dari 3 kali dalam satu tahun. Adanya ciri adanya “kekambuhan” ini yang tertuang dalam istilah “Recurrent” dalam diagnosis SAR tersebut.

Difa OHC: Apa sebenernya penyebab dari SAR tersebut?

drg. Widya: Hingga saat ini penyebab pasti dari SAR ini belum diketahui secara pasti. Namun saat ini sudah diketahui adanya keterlibatan gen tertentu dalam timbulnya SAR ini. Hal ini ditunjukkan dengan penelitian pada orang tua yang memiliki SAR akan melahirkan 90% anak yang memiliki SAR juga.

Difa OHC: Beberapa dokter bilang stres, kurang vitamin C, hormon, atau kurang makan buah sebagai penyebab sariawan/ SAR, Nah jika demikian apa hubungannya dengan pengaruh gen yang dokter sebutkan tadi?

drg. Widya: Kita semua pernah mengalami stres, masalah hormonal seperti pada saat menstruasi, atau beberapa orang bahkan ada yang tidak pernah manan sayur atau pun buah-buahan namun tidak pernah mengalami SAR. Namun ada sebagian orang yang setiapkali stres, menstruasi, atau absen makan sayur/buah sekali saja langsung mengalami SAR. Nah, disinilah faktor gen itu berperan.

Dida OHC: Jadi faktor stres, hormon, dan konsumsi sayur bisa dikatakan sebagai apa dalam terjadinya SAR?

drg. Widya: Ketiga faktor tersebut dapat digolongkan sebagai faktor pemicu SAR bersama dengan faktor lain seperti trauma mekanis, kekurangan zat besi, asam folat dan juga zat besi, strs fisik maupun pikiran, dan juga sensitif terhadap makanan tertentu. Faktor-faktor ini dapat menjadi pemicu terjadinya SAR pada seseorang yang memiliki gen keturunan terjadinya SAR.

Difa OHC: Bagaimana pengobatan SAR sesuai dengan anjuran medis?

drg. Widya: Pengobatan SAR terdiri dari 3 hal yaitu, mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan dan mengurangi kekambuhan. Upaya paling sederhana dalam mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan luka dapat dilakukan dengan berkumur dengan obat kumur/cairan antiseptik. Sedangkan untuk mengurangi kekambuhan dapat dilakukan dengan menghindari faktor yang dapat memicu SAR. Jadi seseorang harus tau apa pencetus dari SAR nya, dan berusaha untuk menghindarinya.

Difa OHC: Cairan/ obat kumur antiseptik apa yang dokter anjurkan untuk mengatasi SAR?

drg. Widya: yang paling sederhana, alami dan aman adalah berkumur dengan air garam atau rebusan sirih.

Difa OHC: Saat ini banyak obat sariawan yang beredar dipasaran, bagaimana kita memilih mana yang paling cocok dan aman?

drg. Widya: Yang perlu diketahui dalam memilih obat sariawan yang pas adalah bagaimana cara kerja dari obat sariawan tersebut. Obat sariawan seharusnya memiliki efek melapisi dan melindungi luka di dalam rongga mulut, dan menghilangkan radang sehingga rasa nyeri dan luka cepat sembuh. Obat sariawan yang baik akan tetap menjada asupan darah ke dalam luka sehingga luka menjadi cepat sembuh.

Difa OHC: Kapan waktunya kita harus mengunjungi dokter untuk masalah SAR ini?

drg. Widya: bila sariawan tersebut menggangu sampai tidak bisa makan dan minum, serta menggangu aktifitas sehari-hari, apabila sariwan sampai menimbulkan demam, apabila sariawan tersebut kambuh secara terus menerus, dan bila sariawan tersebut tidak sembuh juga dalam waktu lebih dari 14 hari.

Difa OHC: Sebagai penutup apa saran dokter bagi teman-teman yang sering mengalami sariwan?

drg. Widya: jangan sepelekan sariawan sekecil apapun, dan jangan takut untuk mencari pengobatan ke dokter gigi terutama spesialis penyakit mulut. Terutama jika sariwan disatu lokasi tidak sembuh dalam waktu 14 hari. karena sariawan tersebut merupakan bukan sariawan biasa tapi bisa kearah keganasan/kanker mulut, atau penanda penyakit sistemik tertentu.

image taken from: yusiariani.wordpress.com

Read More
Skip to toolbar