Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: Gigi berlubang

fluoride=racun

Fluoride adalah Racun, Benarkah ??

drg. Widya Apsari Sp.PM

Apa itu Fluoride ?

Fluoride merupakan mineral yang secara alami terdapat pada alam, seperti tanah, batu vukanik, dan juga air. Fluoride sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai mineral yang dapat mencegah terjadinya gigi berlubang, dengan cara membentuk susunan gigi yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi asam akibat bakteri dan juga sisa makanan. Adanya asam yang dihasilkan oleh bakteri dan sisa makanan menyebabkan larutnya struktur mineral pada lapisan email gigi sehingga menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Namun proses larutnya mineral pada lapisan email gigi dapat diperbaiki (remineralisasi) oleh adanya fluoride.

Dalam mencegah terjadinya gigi berlubang, fluoride bekerja secara sistemik (dalam tubuh) dan topikal (luar tubuh). Secara sistemik fluoride diperoleh melalui air minum, makanan, dan juga suplemen fluor. Sedangkan secara topikal umumnya didapat dari pasta gigi, obat kumur, dan juga aplikasi fluoride oleh bahan kedokteran gigi oleh dokter gigi.

Secara sistemik, fluoride mencegah gigi berlubang dengan cara berperan dalam proses pembentukan benih gigi di dalam tubuh, sehingga terbentuk struktur gigi yang kuat dan tahan asam. Serta dengan adanya asupan fluoride yang cukup secara sistemik, maka akan menghasilkan air ludah yang mengandung fluoride yang dapat memberikan perlindungan pada gigi secara topikal. Proses pencegahan gigi berlubang dari fluoride secara topikal adalah dengan proses remineralisasi kembali dari mineral gigi yang telah larut oleh asam sebagai penyebab gigi berlubang.

Namun, sama seperti mineral lain yang juga diperlukan oleh tubuh kita, akan menjadi efektif dan bermanfaat bila dalam asupan yang cukup, dan tidak berlebihan.

Sumber Fluoride

Asupan fluoride terdapat dalam air minum secara alami maupun melalui program fluoridasi melalui air mineral, dengan batas aman yang ditentukan oleh WHO (2011) dan Kementrian Kesehatan RI adalah tidak boleh lebih dari 1.5mg/l.

Selain dari air minum, asupan fluoride sendiri dapat didapat dari berbagai bahan makanan dan minuman. Menurut penelitian kadar fluoride tinggi terdapat pada teh, seafood, daging, bayam, dan gelatin. Dan sedikit pada buah citrus, sayuran, susu, dan telur. Namun kadar fluoride dari tiap bahan makanan tersebut bervariasi sesuai dengan kondisi geografis di suatu wilayah.  Diperkirakan asupan fluoride secara alami tidak akan lebih dari 1mg/l, sehingga tidak memiliki efek samping terhadap kesehatan tubuh manusia.

Untuk mengetahui kadar fluoride dari berbagai makanan dapat dilihat disini

Kadar Fluoride pada Produk Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk penggunaan fluoride pada produk kebersihan dan kesehatan gigi mulut umumnya diberikan secara topikal. Pada pasta gigi terdapat kandungan fluoride sebanyak 1.000 – 1.500 mg/kg. Sedangkan pada produk pencegahan gigi berlubang di dokter gigi mengandung fluoride sebanyak 400 – 60.000 mg/kg didalam 10.000 mg/l atau gel.

fluor

Dalam bidang kesehatan pengetahuan mengobati penyakit merupakan hal yang penting, namun pengetahuan mencegah terjadinya penyakit juga tidak kalah pentingnya.

Mari kita kenali dan penuhi asupan fluoride sesuai dengan kadar kebutuhan tubuh, baik melalui sistemik maupun topikal, agar tercipta generasi muda Indonesia yang bebas dari gigi berlubang.

 

Sumber:

  1. http://dinkes.babelprov.go.id/sites/default/files/data/Renc.Program.pdf
  2. http://www.ada.org/~/media/ADA/Member%20Center/FIles/fluoridation_facts.ashx
  3. http://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/fluoride-supplements
  4. http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/fluoride.pdf
  5. http://www.who.int/oral_health/media/en/orh_cdoe_319to321.pdf
  6. http://pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/53_Permenkes%20492.pdf
Read More
Skeling

Siapa Bilang Bersihin Karang Gigi itu Mahal ?!

Apa sih hal yang kalian tangkap setiap membaca artikel di website ini?

Sakit gigi itu bisa dicegah?  Kesehatan gigi dan mulut menyebabkan penyakit tubuh? Perawatan gigi itu bukan bagian dari estetik? Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut itu penting? Penumpukan karang gigi bisa menyebabkan berbagai penyakit?

Yup, bener banget kalau kalian menjawab itu semua.. Jadi kita harus rajin ke dokter gigi biar gigi dan mulut kita sehat? Bersihin karang gigi itu bisa dilakuin sendiri gak si? Gak usah ke dokter gigi bisa? Dokter gigi kan mahal..

Coba bayangin bakteri dari karang gigi aja bisa menyebar ke berbagai organ lewat pembuluh darah, berarti kalau kamu coba-coba nyongkel karang gigi pake alat yang gak steril, berarti bukan hal yang mustahil bakteri dari alat congkel karang gigi yang kamu pake itu bisa menyebar ke pembuluh darah dan menyebabkan infeksi. Duh sereeem..

Tapi bersihin karang gigi di dokter gigi itu mahal..

Nah, di Difa Oral Health Center gak mahal kok. Karena kita punya program khusus buat kamu-kamu yang peduli akan kesehatan gigi mulut dan berkomitment untuk memeriksakan kondisi gigi dan mulutnya secara rutin.

Apa programnya? Ini dia..skeling rutin

Jadi bersihin karang gigi rutin di Difa Oral Health Center itu cuma 123 ribu rupiah loh.. Harga segini masih kamu bilang mahal? Gak dong ya..

Mau? Boleh, tapi ada syaratnya ya, yaitu kamu sebelumnya harus pernah membersihkan karang gigi atau skeling pertama kali di Difa Oral Health Center dan harga ini berlaku bila kamu mengikuti jadwal yang sudah disepakati pada kunjungan sebelumnya sesuai dengan petunjuk dokter gigi yang pertama kali nanganin kamu. Kalau lewat dari jadwal? Ya terpaksa kembali menjadi harga normal..

Gampang banget kan caranya? Takut lupa? Tenang aja, ada tim dari Difa Oral Health Center yang akan mengingatkan kamu kalau sudah waktunya sekeling dan cek rutin kok..

Menjaga kesehatan gigi dan mulut itu mudah kok dan kita sama-sama bikin menyenangkan bersama Difa Oral Health Center 🙂

Read More
ilustrasi artikel makanan

Kata Siapa Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang?

drg. Widya Apsari Sp.PM

Selama ini kita dicekoki dengan ajaran makanan manis merupakan penyebab berlubangnya gigi kita. Tapi ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dikutip dari buku Diet and Nutrition in Oral Health (2007), makanan/minuman yang memiliki kecenderungan menyebabkan gigi berlubang ternyata adalah makanan/minuman yang bersifat menurunkan pH atau keasaman dari rongga mulut kita.

Nah, makanan/minuman apa saja sih yang bersifat acidogenic (menurunkan pH) dan non atau low acidogenic?

Acidogenic

sayuran yang dimasak, buah segar, manisan buah, jus buah, makanan manis, creamers, ice cream, puding, keripik kentang, crackers, marshmallows, roti, pasta, nasi, sereal, kentang goreng, cookies, cake, pie, pastry, permen, pisang, buah kering, dan juga permen pereda sakit tenggorokan.

Non atau Low Acidogenic

sayuran mentah, daging, ikan, kacang-kacangan, susu, keju, flavored yogurts, keripik jagung, kacang tanah, popcorn, lemak, butter, margarin, dan juga pemanis selain gula (nonsugar sweeteners) seperti xylitol.

Nah, setelah kita perhatikan makanam acidogenic ini yang terbanyang lebih lezat dari pada yang non/low acidogenic ya..  Dan ternyata bukan permen aja yang menjadi penyebab gigi kita berlubang, tapi nasi dan juga keripik kentang juga loh..

Kenali makanan yang cenderung menyebabkan gigi berlubang dan kenali serta lakukan upaya pencegahan terjadinya gigi berlubang.

Salam Sehat,

Refrensi
Palmer C.A., DIET AND ORAL NUTRITION 2nd Ed, Perarson Education Inc, 2007, p: 288-289
Read More
Jika Gigi Berlubang Bisa Dicegah, Maukah Anda Melakukannya ?

Jika Gigi Berlubang Bisa Dicegah, Maukah Anda Melakukannya ?

drg. Dita Firdiana

Tahukah anda bahwa kejadian gigi berlubang pada masyarakat Indonesia adalah berkisar antara 85%-99%.

Jadi bagaimana maksudnya?

Jadi nyaris seluruh masyarakat Indonesia memiliki gigi berlubang. Dan bila anda tidak memiliki gigi berlubang, saya ucapkan selamat karena anda termasuk dalam orang-orang langka.

Nah sekarang, bagi anda yang memiliki gigi berlubang dan sudah ditambal, bagaimana caranya tambalan gigi dapat bertahan selamanya ? bagaimana caranya agar jangan ada lagi gigi lain yang berlubang ? Dan bagi anda yang tidak memiliki gigi berlubang, bagaimana caranya agar kondisi ini dipertahankan sampai seumur hidup anda ?

Jangan anda berpuas hati tambalan gigi bisa bertahan sampai 1-5 tahun. Karena kita harus berupaya untuk membuat tambalan gigi anda bisa bertahan sampai seumur hidup anda.. Nah bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan TOPIKAL FLUORIDASI.

Apa itu topikal fluoridasi ?

Topikal fluoridasi merupakan cara pemberian fluor (dengan dosis lebih tinggi dari pasta gigi) secara topikal atau mengoleskan dipermukaan gigi, dengan tujuan untuk membentukan kembali mineral gigi yang larut akibat proses makan.

Topikal fluoridasi ini diberikan 3 bulan, 6 bulan, sampai 1 tahun sekali tergantung dari tingkatan resiko gigi berlubang masing-masing individu. Makin tinggi resiko gigi berlubang seseorang, aplikasi topikal fluor ini pun harus diberikan lebih sering.

Apakah ini berbahaya ?

Tentu tidak, karena dosis yang diberikan ini dalam batas aman. Dan dalam setiap produk topikal fluoridasi di dokter gigi pasti disertai dengan dosis pemberian sesuai dengan usia pasien.

Bagaimana ini diberikan ?

Prosedurnya sangat sederhana, cukup dioleskan pada permukaan gigi secara merata oleh dokter gigi. Namun proses pengolesan ini harus dilakukan setelah dibersihkan karang giginya.

Perawatan gigi yang paling baik adalah perawatan pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Nah, bila anda sudah mengetahui ada prosedur untuk mencegah gigi berlubang, maukah anda melakukannya?

Salam sehat,

Read More
jangan percaya drg

Jangan pernah percaya apa yang dikatakan dokter gigi..

drg. Widya Apsari Sp.PM

Anda terkejut dengan gambar di atas ? Ketika saya membacanya pertama kali pun saya terkejut, sambil berpikir, iya juga  ya..

Saya pikir selama ini dokter gigi terlalu fokus berpikir, belajar, berlatih, dan berkomunikasi kepada pasien tentang bagaimana mengobati gigi yang sakit, bagaimana supaya gigi ditambal seperti gigi aslinya, bagaimana membuat sisa akar bisa dikembalikan menjadi bentuk gigi, dan juga bagaimana caranya gigi putih bersih dan cemerlang.

Mengapa tidak ada dokter gigi yang menyuarakan bagaimana caranya pasien saya tidak ada yg berlubang giginya, agar saya tidak perlu menambal gigi yang lubang, tidak perlu mencabut gigi yang rusak, tidak perlu membuatkan gigi palsu, dan juga bagaimana caranya pasien saya puas dengan gigi aslinya..

Menurut saya dokter itu tidak diciptakan untuk mengobati yang sakit saja, namun tugas utamanya adalah membuat pasien dan masyarakat disekitarnya menjadi sehat dan telindung dari penyakit.

Jadi doa seorang dokter bukan lagi ” Ya Tuhan, berikan rezeki pada hari ini, semoga hari ini pasien sakit giginya banyak…Amin” tapi “Ya Tuhan, semoga pasien saya mengingat bahwa hari ini adalah bulan ke 6 dan waktunya skeling dan topikal fluor, agar saya masih dapat melindungi gigi pasien saya seumur hidup mereka.. Amin”

Ini hanyalah opini saya, boleh setuju dan boleh tidak.. Namun pemikiran ini yang membuat kami di Difa Oral Health Center terus mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai  kesehatan rongga mulut, agar tercipta masyarakat Indonesia yang bebas penyakit gigi dan mulut.

Karena tujuan Difa Oral Health Center adalah bukan untuk “mengobati penyakit”, tapi untuk menjaga pasien kami “tetap sehat”.

Salam sehat,

Read More
35130210_m

Jadikan kebiasaan menyikat gigi malam hari sebagai investasi kesehatan anda

drg. Miranda Adriani

Bagi kebanyakan orang, menyikat gigi di pagi hari akan terasa lebih berguna. Karena menyikat gigi pada pagi hari akan menghilangkan bau mulut dan rasa tidak enak pada mulut saat bangun pagi, sehingga nafas terasa lebih segar.

Namun tahukah anda, menyikat gigi di pagi hari juga membantu membersihkan sisa – sisa plak yang ada di dalam mulut.

Bagaimana dengan menyikat gigi malam sebelum tidur?

Banyak alasan yang membuat kita tidak menggosok gigi di malam hari. Bisa karena lupa, ketiduran, capek, atau memang merasa menyikat gigi di malam hari bukan merupakan suatu kewajiban.

Nah mulai sekarang, kebiasaan tersebut sebaiknya dihilangkan ya, karena sama seperti menyikat gigi di pagi hari, menyikat gigi di malam hari sangat penting untuk kesehatan gigi dan mulut. Gak percaya?

Apa yang terjadi di dalam rongga mulut di malam hari saat kita tidur?

Saat kita tidur, produksi saliva (air liur) akan menurun. Saliva merupakan salah satu bentuk pertahanan  dari tubuh untuk melawan bakteri dalam mulut dan juga menghilangkan plak.

Kondisi saliva yang berkurang dalam mulut ketika tidur ini merupakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri penyebab gigi berlubang.

Pada kondisi kita tidur, bakteri menjadi lebih “aktif”  dan berkembang biak dengan bebas. Ketika disela-sela gigi kita terdapat sisa makanan, sisa makanan di gigi ini lah yang akan menjadi sumber energi untuk bakter dalam melakukan aktifitas berkembang biak dan memproduksi asam demi menghancurkan gigi dan gusi kita.

Gigi itu anugrah dari Tuhan yang wajib kita rawat.jadi biasakan menyikat gigi tepat sebelum tidur untuk membantu menghilangkan sisa – sisa plak setelah makan malam dan plak yang sudah “menempel” seharian. Sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak untuk menghancurkan gigi kita..

Jadi, mulai sekarang kita tidak boleh melupakan sikat gigi di malam hari ya! Juga tidak boleh “cheating” hanya dengan berkumur saja, karena berkumur tidak cukup untuk membersihkan plak.

Menyikat gigi dengan rutin dan di waktu dan cara yang tepat akan mengurangi terjadi resiko gigi berlubang, dan membuat mulut kita merasa lebih segar, bersih dan kita menjadi lebih percaya diri.

Salam Sehat,

Sumber:

http://www.worldoralhealthday.com/wp-content/uploads/2014/03/FDIWhitePaper_OralHealthWorldwide.pdf

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16451540

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21356014

http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/6406

Read More
Visi dan Misi

Menyikat gigi sebagai bagian dari kesehatan tubuh

drg. Miranda Adriani

Waktu dan rutinitas menyikat gigi pada setiap orang bisa berbeda – beda. Bisa di pagi hari saja, pagi dan sore hari, pagi dan malam, atau bahkan hanya saat mandi.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, 76,6% masyarakat Indonesia  menyikat gigi pada saat mandi pagi maupun mandi sore, yaitu sejumlah 76,6%.

Organisasi dokter gigi dunia (FDI) merekomendasikan waktu menyikat gigi yang direkomendasikan yaitu dua kali sehari, yaitu pagi dan malam sebelum tidur. Bisa dibayangkan kan, berarti lebih dari setengah penduduk Indonesia memiliki pola waktu menyikat gigi yang salah.

Berbagai penelitian telah membuktikan menyikat gigi 2 kali sehari, pagi dan sebelum tidur mampu menurunkan tingkat terjadinya gigi berlubang dan juga ternyata dapat meningkatkan kesehatan gusi. Jadi intinya menyikat gigi itu dapat meningkatkan kesehatan rongga mulut kita.

Kondisi kesehatan rongga mulut merupakan cermin kesehatan tubuh kita. Bagaimana mencapai kesehatan rongga mulut? Cukup mudah biasakan menyikat gigi 2 kali sehari, pagi dan sebelum tidur. Sangat mudah bukan ?

Salam Sehat

Refrensi

http://www.worldoralhealthday.com/wp-content/uploads/2014/03/FDIWhitePaper_OralHealthWorldwide.pdf

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16451540

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21356014

http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/6406

Read More
ONE WAY VISION copy frenillos

Gigi Berlubang Membuat Masyarakat yang Berpenyakit ?

drg. Widya Apsari Sp.PM

Tahukah anda, bahwa gigi berlubang digolongkan ke dalam penyakit kronis dan insidensi gigi berlubang di Indonesia saat ini sudah memasuki fase mengkhawatirkan.

Mengapa dikatakan mengkhawatirkan?

Menurut Riskesdas 2013 terjadi peningkatan kejadian gigi berlubang aktif (kondisi gigi berlubang yang belum ditangani atau belum dilakukan penambalan) pada penduduk Indonesia dibandingkan tahun 2007 lalu, yaitu dari 43,4 % (2007) menjadi 53,2 % (2013).  Maka etimasinya adalah terdapat 93.998.727 jiwa masyarakat Indonesia yang menderita gigi belubang aktif. Jadi setengah lebih dari penduduk Indonesia memiliki gigi berlubang.

Kondisi ini sungguh mengkhawatirkan. Mengingat efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh gigi berlubang dapat membuat masyarakat Indonesia jadi sakit.

Jika masyarakat Indonesia banyak yang sakit maka pemerintah harus menanggung biaya pengobatan yang lebih banyak lagi. Akhirnya yang terjadi adalah kerugian ekonomi negara !!

Ah gak percaya gak punya gigi gak masalah kok.. Dokter gigi mahal.. Mending selamatin isi kantong ajalah dari pada ke dokter gigi.. 

Apakah anda yakin?

—–Kesehatan rongga mulut merupakan cermin dari kesehatan tubuh kita—-

Mengapa disebut demikian?

Kondisi gigi berlubang dengan disertai dengan sakit maupun tidak akan menyebabkan kesulitan dalam mengunyah makanan. Kesulitan dalam mengunyah makan menyebabkan seseorang malas makan, dan secara ekstrim dapat menyebabkan seseorang malnutrisi.

Mungkin pada orang dewasa hal ini tidak terjadi, namun pada anak-anak kondisi gigi berlubang akan mempengaruhi nafsu makan si anak, anak menjadi malas makan, dan cenderung rewel ketika makan.

Kan ada susu untuk yang gak punya gigi..

Okey, saya bertanya pada anda. Anda yakin mau minum susu 3 kali sehari seumur hidup anda, tanpa makanan lain? Saya sih tidak ingin hari tua saya diisi dengan makan minum susu setiap hari. Saya ingin dihari tua, saya masih bisa makan daging, ikan, sayur, buah, dengan sensasi mengunyah dan merasakan cita rasanya dengan menggunakan lidah saya.

—– Kesehatan rongga mulut merupakan aset kesehatan anda dimasa tua —–

Dari penelitian sudah terbukti bahwa kondisi kesehatan rongga mulut memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh anda.. Tidak percaya?

Olsen dkk dalam jurnal NCBI berjudul Systemic Disease Caused by Oral Infection (2000) mengatakan infeksi dari rongga mulut dapat menyebabkan penyakit antara lain: penyakit jantung, penyakit pernafasan (bacterial Pneumonia), diabetes melitus, dan juga kelahiran bayi prematur/ bayi dengan berat badan dibawah normal.

Mengapa ini bisa terjadi ?

Setiap bagian tubuh berhubungan satu sama lain melalui peredaran darah, begitu juga dengan setiap bagian dari rongga mulut. Kumpulan bakteri dari infeksi di dalam mulut dapat bermigrasi menuju berbagai organ di tubuh kita dan menyebabkan berbagai penyakit.

Ah, saya punya banyak gigi yang keropos, tapi saya sehat-sehat aja..

Kalau anda sehat sekarang, anda yakin 10 tahun lagi anda masih sehat ? Kondisi yang terjadi sekarang, kadang kala baru keluar effeknya pada saat yang akan datang. Seperti anda pernah jatuh dari pohon waktu kecil, baru sekarang mengalami punggung sering encok. Atau anda yang memulai merokok di usia dini, sekarang baru mengalami penyakit pada paru-paru. Atau anda yang waktu muda suka memakai sepatu hak tinggi, sekarang baru mengalami keluhan sering pegal pada betis dan juga varises. Nah, kondisi ini juga sama halnya dengan kesehatan rongga mulut.

Ah artikelnya nyeremin nih !!!

Terkadang fakta harus disampaikan demi masa depan yang lebih baik dan juga masa tua yang sehat dan bahagia. Dimana enaknya jika masa tua kita dihabiskan dengan minum susu dan bolak balik rumah sakit.

Yuk mulai peduli akan kesehatan dan kebersihan rongga mulut anda dan keluarga anda. Dimulai dari jangan lupa menyikat gigi 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Dan jangan lupa bila ada gigi yang bermasalah dan karang gigi yang numpuk jangan menunda untuk ke dokter gigi

Mari menuju masyarakat Indonesia bebas penyakit gigi dan mulut

Salam sehat,

12647106_1036379033093290_1074101418363312204_n

Refrensi

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC88948/

http://cjasn.asnjournals.org/content/6/1/218.full

Read More
Jangan biarkan perawatan saraf gigi menjadi percuma..

Jangan biarkan perawatan saraf gigi menjadi percuma..

drg. Yuli Puspaningrum Sp.KG

Kenapa sih dok tambal setelah perawatan syaraf kok mahal? Bisa g ditambal biasa aja???  

Sering banget nih pasien menanyakan hal ini, atau beberapa pasien tidak berani nanya tapi dalam hati mungkin bilang gitu kan?

Kenapa sih setelah dirawat giginya gak bisa ditambal biasa aja ?

Jadi gigi yang sudah dilakukan perawatan syaraf lebih bersifat rapuh. Kerapuhan ini karena dari proses gigi berlubang itu sendiri yang menyebabkan hilangnya struktur gigi sehingga gigi akan jadi mati dan kehilangan kelembaban dan juga akibat lebarnya lubang gigi akibat keperluan mencari saluran akar pada proses perawatan saluran akar.

Hal ini mengakibatkan kekuatan dari gigi menjadi berkurang. Kavitas yg lebar (> 2/3 jarak antar tonjol gigi) mengindikasikan bahwa gigi tersebut membutuhkan restorasi dengan perlindungan tonjol yang bertujuan untuk melindungi gigi dari terjadinya pecah karena tekanan pengunyahan.

Nah, udah bisa menebak kenapa penambalan pasca perawatan saraf itu mahal ?

Untuk keperluan melindungi terjadinya gigi yang pecah akibat pengunyahan ini yang membuat restorasi tersebut menjadi rumit dan bahan yang digunakan harus lebih kuat dari menambal gigi yg biasa. Pada gigi dengan kehilangan dinding banyak bahkan memerlukan restorasi akhir yg lebih kompleks seperti perlunya tambahan pasak atau tiang penyangga dan pembuatan mahkota gigi. Agar gigi yang sudah dirawat bisa bertahan untuk digunakan untuk mengunyah selama kita hidup.

Akan menjadi percuma jika gigi yang sudah dirawat dengan baik, akhirnya menjadi pecah karena restorasi yang tidak baik bukan?

Yuk sayangi gigi kita, usahan semaksimal mungkin yang kita bisa untuk menjaga agar gigi terus ada bersama kita selamanya.

 

Salam sehat,

promo endo

promo endodontik di bulan cinta : http://difaoralhealthcenter.com/promo-cinta-di-bulan-februari-2016/

Read More
fluor

Fluor atau Fluoride, Zat Penuh Kontroversi (Bag.3-Habis)..

Jika memang fluoride berguna untuk melindungi terjadinya gigi berlubang, mengapa masih banyak kelompok yang anti terhadap fluoride ini?

Kita semua tentu setuju dengan pernyataan segala sesuatu yang berlebihan menjadi tidak baik. Nah, hal tersebut juga berlaku untuk asupan fluoride dalam tubuh.

Berapa kadar fluoride yang aman untuk tubuh ?

Air Kemasan

Kandungan fluoride pada air kemasan di Indoensia mengikuti atutan WHO (2011) dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, yaitu tidak lebih dari 1,5 mg/l.

Bidang Kedokteran Gigi

Untuk penggunaan di kedokteran gigi, konsentrasi fluoride rendah adalah sebanyak 0.25 – 1 mg per tablet; 1000 – 1500 mg per kg pada pasta gigi, atau konsentrasi fluoride tinggi sebanyak 400-60000 mg/kg di dalam 10 000 mg/liter atau gel, untuk penggunaan secara topikal.

Untuk konsentrasi rendah umumnya terdapat pada produk kesehatan gigi dan mulut yang dijual bebas, seperti pasta gigi dan obat kumur. Sedangkan untuk kadar tinggi, terdapat dalam produk gel dan juga varnish yang aplikasinya harus dengan petunjuk dokter gigi.

Makanan

Kadar fluoride dalam makanan seperti sayur, buah, dan daging, sangat tergantung dari kondisi alam disekitar makanan tersebut berada dengan kadar yang bervariasi.

Namun diperkitakan paparan fluoride secara alami tidak akan lebih dari 1 mg/liter, sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap berbagai efek samping yang selama ini takuti oleh sekelompok masyarakat.

Sehingga hal yang harus kita pertanyakan adalah sudah cukupkah asupan fluoride saya ?

Jangan sampai anda sibuk menghindari flouride sampai kesehatan gigi dan tubuh anda dan keluarga menjadi taruhannya.. Karena bagaimanapun gigi adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita jaga seumur hidup kita.

Salam Sehat,

(Penulis : drg Widya Apsari Sp.PM)

Sumber:

 

Baca juga:

Read More
Skip to toolbar