Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: infeksi oportunis

Pentingnya Mengetahui Gambaran Infeksi HIV di dalam Rongga Mulut

Pentingnya Mengetahui Gambaran Infeksi HIV di dalam Rongga Mulut

Sejak human immunodeficiency virus (HIV) pertama kali di’temukan’ pada tahun 1981, berbagai kondisi di dalam rongga mulut yang terkait dengan penyakit HIV telah dipelajari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa 70% -90% dari orang yang terinfeksi HIV akan memiliki setidaknya satu manifestasi di dalam mulut. Studi dari kedokteran gigi menunjukkan bahwa adanya lesi di dalam rongga mulut yang berkaitan dengan HIV menjadi bahan pertimbangan untuk:
• Indikator klinis infeksi HIV pada orang yang sehat, yang belum terdiagnosis;
• Gambaran klinis awal infeksi HIV;
• Penanda klinis untuk klasifikasi dan pemetaan stadium HIV; dan
• Untuk memprediksi perkembangan HIV di dalam tubuh.

Di negara maju, perkembangan HIV dipantau melalui pemeriksaan laboratorium dengan melihat: limfosit CD4 + dan viral load HIV. Sayangnya, tes ini tidak banyak tersedia di negara berkembang. Kalaupun ada, biasanya biaya-nya tidak murah.

Sehingga adanya temuan klinis lainnya penting untuk memandu dokter mengevaluasi dan mengobati HIV. Lalu karena rongga mulut mudah diakses pada pemeriksaan klinis, maka lesi di dalam rongga mulut yang terkait dengan infeksi HIV dapat digunakan sebagai penanda klinis perkembangan penyakit HIV.

Pada tahun 1996, muncul terapi antiretroviral (ARV) yang sangat mengurangi tingkat kematian dan ‘kondisi sakit’ pasien terinfeksi HIV yang memiliki akses terhadap pengobatan tersebut. Tingkat infeksi oportunistik pada ODHA pun telah menurun, termasuk yang terkait HIV lesi didalam rongga mulut.

Evaluasi kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari perawatan kesehatan rutin. Pemeriksaan rongga mulut yang menyeluruh penting pada setiap tahap dalam pengelolaan infeksi HIV. Hal ini juga maksudkan untuk mendorong kolaborasi antara praktisi medis umum, dokter khusus penyakit menular, dokter gigi umum dan anak, dan patologi oral untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien yang terinfeksi HIV.

Jadi. kenapa sih perawatan kesehatan rongga mulut adalah bagian penting dari perawatan primer HIV?

Karena manifestasi di dalam rongga mulut adalah tanda-klinis yang umum dijumpai pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) baik dewasa maupun anak-anak. Sehingga diagnosis dini dan pengelolaan gambaran tersebut di dalam rongga mulut penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup ODHA.

Source: BIPAI: HIV-Curriculum, picture taken from downtren.com

Read More
hiv and dentist

HIV dan Klinik Gigi

Ketika difa OHC menyatakan diri sebagai #klinikGigiRamahODHA, pertanyaan yang pertama timbul adalah tentang sterisasi alat yang kami gunakan. Disini kami sadar bahwa informasi tentang virus  itu sendiri masih sangat rendah dimasyarakat termasuk di teman-teman ODHA itu sendiri.

Apa saja si fakta tentang virus HIV yang berkaitan dengan praktek kedokteran gigi? Yuk kita simak fakta2 nya..

Virus HIV tidak dapat hidup di luar tubuh manusia. Dan akan mati dengan sendirinya setelah keluar dari tubuh selama 1 jam.

Virus HIV mati pd suhu 60 derajat Celcius. Jauh lebih rendah dibandingkan spora virus hepatitis yang baru mati pada suhu 121 derajat Celcius. Maka penularan virus HIV di tempat praktek dokter gigi melalui peralatan yang digunakan adalah hampir tidak mungkin. Karena mayoritas dokter gigi mensterilisasi peralatannya dengan sterilisator yang memiliki panas suhu lebih dari 60 derajat Celcius.

Nah bagaimana dengan virus HEPATITIS yang baru mati pada suhu 121 derajat Celcius? Saat ini berbagai klinik gigi sudah dilengkapi dengan alat bernama AUTOCLAV. Autoclav adalah alat sterilisasi dengan metode panas & tekanan, memiliki suhu lebih dari 121 derajat Celcius. Dengan alat ini maka peralatan dokter gigi telah aman dari hepatitis. 

Beberapa teman ODHA menganggap fungsi sterilisasi untuk mencegah penularan virus HIV kepada pasien lain. Ternyata ini tidak sepenuhnya benar.. Di  fungsi sterilisasi alat, bagi pasien ODHA adalah untuk melindungi mereka dari penyakit-penyakit dan infeksi oportunis yang dengan mudah mengenai pasien ODHA, akibat penurunan daya tahan tubuh oleh infeksi HIV tersebut. Jadi bila pada pasien lain hal tersebut tidak akan menyebabkan masalah, tetapi pada pasien ODHA bisa terjadi infeksi.

Jadi bila difa OHC bisa menjamin bagi pasien ODHA, maka hal tersebut juga berlaku terhadap pasien lain. Karena kita menerapkan prinsip sterilisasi tadi pada semua pasien

Untuk lebih jelas tentang prinsip sterilisasi di bisa dibaca di postingan kita mengenai Universal Precautions.

Source: picture taken from theguardian.com

Read More
Kami adalah Klinik Gigi Ramah ODHA

#klinikGigiRamahODHA

Akses kesehatan adalah hak semua orang, bahkan bila Anda terinfeksi  Anda tetap berhak mendapatkan layanan kesehatan yg manusiawi. Difa Oral Health Center adalah . Bila anda seorang  dan punya masalah dengan kesehatan rongga mulut, jangan sungkan untuk datang dan terbuka kepada staf kami tentang status anda.

Mari bantu kami memberikan pelayanan terbaik kepada anda dengan cara terbuka kpd kami mengenai status kesehatan tubuh anda. Dengan terbuka kepada kami, kami dapat melindungi anda dari kemungkinan infeksi oportunis dan juga interaksi obat-obatan ARV yang Anda minum dengan tindakan medis dan obat-obatan yang (akan) kami berikan. Kami menjamin kerahasiaan status kesehatan anda dan isi rekam medis klinik. Karena isi dari rekam medis adalah milik anda yang kami simpan untuk anda.

Dokumen rekam medis adalah milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien. ~ Pasal 47 ayat (1) Undang-Undang no 29 tahun 2014 tentang Praktik Kedokteran.

Read More
Skip to toolbar