Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: periodontitis

5

5 Kondisi yang akan terjadi bila tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut

drg. Widya Apsari Sp.PM

Udah apal banget ya sama nasehat dokter gigi yang selalu menganjurkan untuk memeriksakan kesehatan rongga mulut secara rutin setiap 6 bulan sekali.

Nah, sebenernya kalian tahu gak sih apa alasan dibalik harus memeriksakan kondisi kesehatan rongga mulut secara rutin? Bikin dokter gigi makin kaya? Duh, masa gitu alasannya? Ya gak dong ah..

Berikut 5 kondisi yang akan terjadi dimasa mendatang bila kamu tidak menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut kamu

1. Keguguran dan kelahiran bayi prematur

Adanya infeksi pada jaringan periodontal (periodontitis) pada ibu hamil akan meningkatkan resiko terjadinya kontraksi dini kandungan dan dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur, bahkan keguguran. Dan dalam berbagai penelitian terbukti bahwa ibu hamil yang rajin melakukan pembersihan karang gigi pada sebelum kehamilan dan selama kehamilan, memiliki resiko lebih rendah mengalami kelahiran bayi prematur dan juga keguguran.

(Matern Child Health J. 2012 Nov; 16(8): 1688–1695. ; J Nat Sci Biol Med. 2010 Jul-Dec; 1(1): 40–42.

2. Disfungsi ereksi

Jika periodontitis berpengaruh kepada kondisi reproduksi perempuan, ternyata periodontitis ini juga memiliki pengaruh kepada para pria. Hal ini ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Akdemir dkk (2013) terhadap kondisi kesehatan jaringan periodontal pada 80 orang pria dengan disfungsi ereksi dan 82 orang pria tanpa disfungsi ereksi, dengan rentan usia antara 30-40 tahun. Didapat hasil 23% pria dengan kondisi periodontitis berat terdapat pada kelompok tanpa disfungsi ereksi, 53% pria dengan kondisi periodontitis berat terdapat pada kelompok disfungsi ereksi.

Dengan demikian terlihat bahwa kondisi periodontitis dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi pada pria.

(J Sex Med. 2013 Mar;10(3):838-43)

3. Penyakit jantung

Nah, percayakah anda bahwa bakteri infeksi pada periodontitis memicu penyakit jantung seperti arterosklerosis, dan juga penyakit jantung iskemik. Bagaimana kesimpulan ini muncul?

Penelitian mengenai hubungan antara penyakit periodontal dengan penyakit jantung salah satunya dilakukan oleh Mishra dkk (2010), penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa status rekam medis pasien jantung selama 2 dekade dan dibandingkan dengan status kesehatan periodontalnya.

(J Indian Soc Periodontol. 2010 Jul-Sep; 14(3): 148–154)

4. Penyakit paru, dan ginjal

Sama seperti pada penyakit jantung, berbagai penelitian juga diarahkan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara penyakit periodontal dengan penyakit paru-paru dan juga ginjal.

Ternyata penyakit periodontitis ini secara jangka panjang dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit paru dan juga ginjal pada usia lansia.

(J Indian Soc Periodontol. 2011 Oct-Dec; 15(4): 359–365., J Clin Periodontol. 2013 May;40(5):443-56. doi: 10.1111/jcpe.12067. Epub 2013 Feb 21.)

5. Gatal dan ruam merah pada kulit

Pernahkah anda mengalami gatal-gatal pada kulit tubuh yang tidak kunjung sembuh? Dan anda dirujuk oleh dokter kulit ke dokter gigi untuk mencari ada atau tidaknya infeksi pada rongga mulut?

Tahukah anda bahwa kondisi gatal dan ruam pada kulit (psoriasis) ini dapat disebakan oleh infeksi yang berasal bagian tubuh lain atau nama lainnya dalah fokus infeksi?

Penelitian yang dilakukan oleh Malec dkk (2013) pada pasien dengan riwayat keluhan pada kulit (dermatitis dan psoriasis), ternyata 11 pasien harus dirujuk pada dokter gigi, 58 pasien pada dokter THT, dan 29 pasien pada dokter kulit dan kelamin. Infeksi yang umum ditemukan pada pasien dengan keluhan kulit adalah tonsilitis, infeksi pernafasan atas, sinusitis, infeksi gigi, dan infeksi saluran kencing.

(Postepy Dermatol Alergol. 2013 Apr; 30(2): 77–84.)

Nah, masih menganggap kesehatan gigi dan mulut dan profesi dokter gigi sebagai bagian dari estetik? Yuk mulai sekarang ubah persepsi kita tentang kesehatan gigi dan mulut dan bersama Difa Oral Health Center kita menjadi pasien cerdas dan juga dokter gigi pintar..

Salam sehat,

Read More
TOBACO

Rokok.. Gaya Hidup, Kebutuhan, Candu, dan Kesehatan Rongga Mulut

drg. Benedict N. Sunarja

Rokok dan gaya hidup dan pergaulan, merupakan 2 hal yang tidak dapat terpisahkan. Walaupun pemerintah membuat kebijakan dengan menampilkan gambar penyakit yang seram di bungkus rokok, tetap saja bagi anda yang merokok itu tidak berpengaruh apapun..

Artikel ini bukan saya buat untuk menceramahi anda tentang bahaya rokok, racun yang terdapat pada rokok dan juga bukan tentang penyakit apa saja yang ditimbulkan oleh rokok. Karena saya percaya, informasi tersebut tidak akan membuat anda berhenti merokok.

Namun disini mari kita belajar mengenali gambaran rongga mulut yang ditimbulkan oleh rokok yang setiap hari anda hisap. Dan apa yang anda harus lakukan agar bahaya yang ditimbulkan oleh rokok pada rongga mulut anda tidak berlanjut.

Tahukah anda bahwa tembakau dapat menghambat aliran darah ke gusi, sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan nutrisi dan oksigen ke gusi, akibatnya gusi menjadi lebih rentan terkena infeksi.

Apa efek yang dapat ditimbulkan rokok terhadap kondisi rongga mulut secara langsung?

Perubahan warna pada gigi. Rokok dapat menyebabkan perubahan warna akibat deposit/ penumpukan nikotin di permukaan gigi.

Berkurangnya kepadatan tulang rahang. Selain dapat menghambat asupan nutrisi menuju gusi, ternyata rokok juga menghambat asupan nutrisi ke tulang. Sehingga kepadatan tulang menjadi berkurang, dan dapat menyebabkan gigi goyang dan lepas dengan sendirinya.

Penumpukan plak. Menurut penelitian, ditemukan adanya hubungan antara rokok dengan penumpukan plak pada permukaan gigi. Sehingga pada orang yang merokok memiliki kecenderungan untuk terbentuk karang gigi yang lebih banyak dibandingkan dengan anda yang tidak merokok.

Penyakit Periodontal. Dengan kecenderungan terjadinya penumpukan karang gigi pada orang yang merokok, dan juga kepadatan tulang yg berkurang akibat rokok, maka perokok juga lebih rentan terjadi penyakit periodontal. Penyakit periodontal ini dapat menyebabkan gigi anda tanggal dengan sendirinya.

Bau mulut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa seseorang yang merokok dapat diketahui melalui bau mulutnya. Perokok memiliki bau mulut yang khas, dan hal ini susah dihilangkan dengan menyikat gigi dan juga dengan obat kumur.

Resiko lubang pada gigi. Rokok dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadinya lubang pada gigi akibat kondisi panas yang ditimbulkan oleh asap rokok yang masuk ke dalam rongga mulut.

Apa yang harus dilakukan agar kondisi ini tidak terjadi pada anda ?

Siapa lagi yang dapat melindungi diri anda sendiri kalau bukan anda sendiri. Kesadaran dan kepatuhan dalam menjaga kebersihan rongga mulut menjadi kunci dalam mencegah hal ini jangan sampai terjadi.

Kepatuhan dalam menyikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Serta kesadaran memeriksakan kondisi rongga mulut anda dan membersihkan karang gigi anda secara rutin ke dokter gigi mejadi hal terpenting yang bisa anda lakukan untuk menghindari bahaya rokok terhadap rongga mulut anda.

Mari jadikan dokter gigi sebagai patner anda dalam melindungi kesehatan gigi dan mulut, serta kesehatan tubuh anda.

Merokok dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, memudahkan akumulasi plak sehingga gusi cenderung mudah berdarah.

Salam sehat.

Sumber

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9919032

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16223098

https://www.adha.org/sites/default/files/7232_Tobacco_Use_Periodontal_Disease_1.pdf

Read More
promo skeling + sikat gigi elektrik

Sikat Elektrik VS Sikat Gigi Manual

Tujuan dasar dari menyikat gigi adalah untuk menghilangkan plak dan juga sisa makanan. Mengapa plak dan sisa makanan harus dihilangkan ? Karena penumpukan plak dan sisa makanan dapat memicu terjadinya gigi berlubang yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi global (baca artikelnya di sini)

Saat ini berbagai penelitian diarahkan untuk mengetahui metode, teknik, dan sikat gigi yang dapat menghilangkan plak dan sisa makanan seefektif dan sebersih mungkin.

Salah satu penelitiannya adalah dengan membandingkan antara keefektifan antara sikat gigi manual dan sikat gigi elektrik.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Vibhute dan Vandana (2012) menunjukkan sikat gigi elektronik terbukti lebih efektif dalam menghilangkan plak pada permukaan gigi dibandingkan dengan sikat gigi manual.

Pada penelitian lain, yaitu oleh Forrest dan Miller (2004) terhadap 2.547 orang, sikat gigi elektrik terbukti mampu mengurangi plak sebanyak 7% dan mengirangi terjadinya radang gusi sebanyak 17%. Angka ini juga ternyata sama pada penelitian yang dilakukan oleh Deery C. dkk (2004).

Nah, walaupun kita sudah mengetahui keefektifan sikat gigi elektrik dalam mengurangi penumpukan plak dan terjadinya radang gusi. Namun yang paling penting adalah jangan lupa meyikat gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur..

Salam sehat

Refrensi :

  1. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3459492/
  2. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15190692
  3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15001285

polygreen 1polygreen 2

POLYGREEN Sonic Toothbrush To Go, Germany GmBH

Sikat Gigi Elektrik, cara kerjanya bergetar, getarannya dapat memuat gigi dan gusi seperti dipijat ringan dan stabil, kita tetap dapat melakukan sikat gigi seperti biasanya.

– Memiliki 32.000 getaran/menit, efektif untuk membersihkan plak,
– Mudah digunakan dengan satu tombol On/OFF,
– Ukurannya yang kecil cocok untuk dibawa bepergian,
– Bisa di tutup ketika bepergian sehingga tidak perlu takut kotor,
– Sudah tersedia 1 kepala sikat pengganti,
– Bulu sikat super lembut.

Produk ini menggunakan Baterai AAA 1 buah (sudah termasuk).

Gambar diambil dari www.motaguedentalexcellence.com

*promo ini berlaku selama persediaan masih ada

Read More
Scaling-Planing

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Periodontal?

Jika Anda didiagnosis memiliki penyakit periodontal pada tahap awal sebagai gingivitis, maka dapat diobati dengan scaling yang fungsinya membersihkan plak, kalkulus dan ‘stain’ menyeluruh. Jika penyakit itu telah berkembang melampaui gingivitis menjadi periodontitis, pengobatan mungkin melibatkan proses yang disebut “deep cleaning” atau “root planing,” yang melibatkan pembersihan dan penghalusan permukaan akar gigi untuk menghilangkan kalkulus dan deposit bakteri di bawah garis gusi sehingga gusi dapat menyembuhkan diri. Prosedur ini mungkin memerlukan beberapa kali pertemuan, tergantung pada beratnya tingkat penyakit periodontal Anda.

Dalam kasus periodontitis tingkat lanjut, ketika saku gusi telah terbentuk di antara gigi dan gusi, operasi mungkin diperlukan untuk memungkinkan dokter gigi benar-benar dapat membersihkan akar gigi dan menghilangkan kantong gusi. Ketika gusi yang ada tidak cukup, graft gusi (gingiva) mungkin dilakukan. Dalam beberapa kasus penyakit periodontal berat, ketika gusi dan tulang penyangga gigi telah rusak sebagian, teknik bedah tertentu dapat membantu regenerasi jaringan tersebut.

periodontal-therapy

Kemajuan dalam teknologi obat-obatan untuk pengobatan penyakit periodontal juga sudah banyak. Aplikasi lokal obat antimikroba atau antibiotik, serta obat-obatan yang mengendalikan respon tubuh terhadap penyakit-penyakit yang dihasilkan oleh bakteri, dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Periodontal?

Cara terbaik untuk mencegah penyakit periodontal adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Menyikat gigi dan ‘flossing’ setiap hari, makan makanan yang mengandung diet seimbang dan pemeriksaan gigi dan mulut secara teratur dengan dokter gigi sangat penting agar tidak terkena penyakit periodontal. Dan dengan demikian, Anda akan meningkatkan kesempatan Anda menjaga gigi Anda untuk selamanya tanpa perlu takut kehilangan gigi sejak dini.

flossing-and-brushing-teeth

Sumber artikel: California Dental Association
Gambar: buzzle.com, aestheticperiodontist.com, riverrockdental.com

Read More
Periodontitis stages

Tahapan-tahapan Penyakit periodontal

Setelah memahami gejala-gejala penyakit peridontal, bagaimana cara kita mengetahui sudah seberapa parah penyakit periodontal yang kita derita? Sebagai perbandingan kita tahu bahwa gusi yang sehat akan terasa padat, berwarna merah muda dan tidak mudah berdarah.

Pada tahap awal (early) penyakit periodontal, yang disebut gingivitis (penyakit gusi), gusi mulai berwarna kemerahan, bengkak dan berdarah selama menyikat gigi atau flossing (membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi). Plak dan tartar mulai terkumpul di garis gusi, tetapi tulang penyangga gigi masih sehat. Menyembuhkannya cukup dengan menghilangkan iritasi maka akan memulihkan kesehatan jaringan gusi.

Tahap berikutnya (moderate) dari penyakit periodontal sudah mulai disebut periodontitis. Pada tahap ini, gusi mulai terpisah dari gigi, dan tulang penyangga di bawahnya mulai rusak, kantong gusi terbentuk dan, kadang-kadang gusi melorot mengalami resesi. Bakteri dalam plak menyebar ke kantong gusi, sehingga lebih sulit untuk menjaga permukaan gigi bersih dan mengontrol proses berjalannya penyakit.

Pada tahap lanjut (advance) dari penyakit periodontal, kantong gusi terus semakin dalam dan tulang penyangga akan mengalami kerusakan lebih lanjut. Selain itu, bakteri yang hidup di dalam kantong gusi ini lebih virulen dan berkontribusi jauh lebih ganas dalam perkembangan penyakit pediodontal. Jika tidak diobati, gigi akhirnya akan goyang dan copot sendiri.

Periodontal_Images

Sumber artikel: California Dental Association
Gambar: mizar5.com

Read More
gum-disease

Apa Gejala Penyakit periodontal?

Setelah sebelumnya kita mengetahui apa itu penyakit peridontal dan apa yang menyebabkannya, kita juga juga mengetahui bahwa gejala awal penyakit periodontal hanya dapat dideteksi oleh dokter gigi, lalu bisakah kita mengetahui sendiri tanda-tandanya tanpa harus ke dokter gigi terlebih dahulu?

Bisa, karena ada gejala lain yang mulai muncul ketika penyakit semakin berkembang.

Gejalanya seperti:
• Gusi yang berwarna lebih kemerahan, bengkak atau terasa lunak
• Gusi berdarah selama menyikat gigi atau saat menggunakan benang gigi
• Gigi yang telah bergeser atau longgar
• Pus (nanah) diantara gigi dan gusi
• Bau mulut yang menetap
• Gigi yang terlihat lebih panjang karena gusi telah mengalami resesi
• Gusi yang turun menjauhi gigi (resesi)
• Perubahan cara gigi oklusi satu sama lain
• Perubahan dalam cara pemakaian gigi palsu lepasan (atau tidak pas lagi)

Nah, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, kemungkinan Anda memiliki penyakit periodontal. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi, yang kemudian dokter gigi akan mengukur kedalaman kantong / ‘pocket’ antara gigi dan gusi serta mengambil rontgen foto Anda untuk melihat apakah kerusakan pada jaringan tulang pendukung telah terjadi.

Setelah evaluasi ini selesai, dokter gigi Anda akan menetapkan bahwa Anda memiliki penyakit periodontal atau tidak. Bila ternyata iya, maka ada sejumlah perawatan akan disarankan, tergantung dari beratnya situasi penyakit periodontal Anda.

Sumber artikel: California Dental Association
Gambar: sunrisedental.com.au

Read More
12

Penyebab Penyakit Peridontal

Penyebab utama penyakit periodontal adalah interaksi antara bakteri yang ditemukan dalam plak, (lapisan film tipis yang hampir tak terlihat yang terakumulasi pada gigi setiap hari) – dan respon tubuh terhadap bakteri itu. Bakteri ini menghasilkan racun yang mengiritasi dan membuat gusi bengkak. Proses inflamasi ini menghancurkan jaringan gusi yang sehat dan menyebabkan mereka terlepas dari gigi. Jika tidak diobati, tingkat lanjut dari penyakit ini akan merusak tulang yang yang ada dibawahnya.

Ketika plak tidak dibersihkan dari gigi secara teratur, maka plak akan mengeras dan biasa disebut kalkulus (karang gigi), atau tartar. Jika kalkulus terbentuk pada akar gigi dibawah gusi, makan itu akan mengiritasi gusi lebih jauh lagi dan memberikan kontribusi untuk membentuk lebih banyak lagi plak dan penyakit. Hanya dokter gigi yang dapat menghilangkan plak dan kalkulus dari gigi Anda.

periodontal-disease

Setelah bakteri yang ada di dalam plak menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan gusi, sejumlah faktor lain akan berpengaruh pada tingkat keparahan dan kecepatan penyakit periodontal yang sedang berlangsung.

Faktor-faktor tersebut diantaranya:
• Merokok atau mengunyah tembakau
• Buruknya kebersihan mulut
• Gigi tiruan Jembatan yang pemasangannya buruk
• Gigi-gigi yang renggang atau bertumpuk
• Tambalan tidak pas
• Makanan yang sering nyangkut di antara gigi
• Menggeretakkan gigi
• Pola makan yang buruk
• Kehamilan atau kontrasepsi oral
• Penyakit sistemik seperti diabetes atau AIDS
• Obat-obatan tertentu

Sumber artikel: California Dental Association
gambar: oralb.co.uk

Read More
periodontal-disease

Apa itu Penyakit Periodontal?

Penyakit peridontal itu pada mulanya tidak memiliki tanda-tanda apapun, tidak terlihat bahkan kadang tidak terasa sakit. Padahal setelah penyakit periodontal menyerang, seperti tinggal nunggu bom waktu aja hingga akhirnya ngerasa gak nyaman, gak enak dilihat juga, dan bahkan memiliki efek samping yang tidak bisa disembuhkan/dikembalikan seperti semula.

Penyakit periodontal, juga diketahui sebagai penyakit gusi, adalah penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Ada beberapa jenis dan tahapan, yang semuanya dimulai dengan infeksi pada gusi yang kemudian pindah ke tulang dan ligamen yang menyangga gigi.

Pada tahap awal, sering terdeteksi oleh dokter gigi pada pemeriksaan rutin enam bulanan. Kalau gusi dan tulang yang sakit tidak diobati bisa menjadi rusak banget, menyebabkan gigi tanggal sekali atau harus dicabut karena goyang sekali.

Lebih dari setengah populasi orang dewasa, memiliki beberapa jenis penyakit periodontal. Bahkan anak ataupun remaja bisa saja menunjukkan gejalanya. Jika Anda berencana untuk mempertahankan gigi Anda seumur hidup di dalam mulut, sangatlah penting untuk memahami penyebab, gejala dan metode terbaik untuk mengobati dan mencegah penyakit periodontal!

Sumber artikel: California Dental Association
Gambar: indoindians.com

Read More
Skip to toolbar