Welcome to Difa Oral Health Center

Opening Hours : Selasa-Jumat 14:00-20:00, Sabtu-Minggu 09:00-15:00
  Contact : +62813-1650-6535

All Posts Tagged: susunan gigi

Untitled design

Kebiasaan Buruk dapat Merubah Gigi dan Wajah ?

drg. Adianti

Si kecil punya kebiasaan menghisap empeng ? atau kebiasaan mendorong-dorong gigi dengan lidah? atau bahkan anda melihat anak anda sering membuka mulut dan bernafas melalui mulut..

Nah jika anak anda memiliki kebiasaan tersebut, sebelum terlambat, kita sebagai orang tua harus menghentikan kebiasaan tersebut.

Mengapa harus dihentikan?

Kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan anak tersebut dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan perubahan susunan gigi dan pertumbuhan rahang.. Tentu kita tidak ingin  anak kita memiliki susunan gigi yang tidak bagus dan menjadi bahan olok-olok teman-temannya.

Nah, bagaimana efek perubahan susunan gigi dan rahang akibat kebiasaan buruk tersebut?

Mendorong lidah ke depan saat menelan

Pada saat menelan, lidah seharusnya berada di langit-langit sehingga menutup jalan napas agar makanan tidak salah jalan ke jalan nafas, tapi masuk ke dalam sistem pencernaan. Namun, pada sebagian orang, yang terjadi adalah mereka akan menempatkan lidah ke depan dan mendorong gigi depan.

Nah, bila kebiasaan ini terlanjut dalam jangka waktu yang lama yang terjadi adalah gigi depan atas menjadi maju. Akibatnya bagian gigi dengan tidak dapat menutup..

openbite anterior

(www.infinitas-miniimplant.co.uk)

Coba bayangkan bagaimana bisa menggigit jika gigi dengannya tidak dapat menutup seperti ini?

Mengisap jari, dot atau empeng.

Terkadang melihat bayi dengan empengnya terkesan menggemaskan, namun jangan tertipu. Ketika si kecil menghisap empeng, dot, atau jari, posisi lidah sama seperti saat mendorong gigi atas depan. Nah, tentu anda sudah mengetahui bagaimana kelanjutannya bukan?

Yup, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan gambaran yang sama dengan di atas.

Bernapas melalui mulut

Tahukah anda, cara bernafas normal adalah melalui hidung, bukan mulut. Bila si kecil memiliki kebiasaan bernafas melalui mulut, anda tentu harus waspada..

Kebiasaan ini umumnya terjadi karena ada sumbatan pada pernapasan, sehingga anak akan menggunakan mulutnya untuk bernapas. Bila sumbatan tidak segera diatasi, susunan gigi lah yang akan menjadi korbannya..

muka bernafas melalui mulut

(www.kanatacosmeticdentist.com)

Apakah anda melihat ada yang aneh dari gambar ini? tidak ada?

ini adalah gambar profil wajah anak dengan kebiasaan bernafas melalui mulut. Orang dengan kebiasaan bernafas melalui mulut memiliki kecenderungan rahang yang sempit dan wajah yang lebih panjang dan rahang yang cenderung tidak berkembang dengan baik. 

bernafas melalui mulut 2

(askthedentist.com)

Bagaimanapun mencegah lebih baik dari mengobati, kenali dan ketahui setiap hal yang dilakukan anak. Agar kita sebagai orang tua dapat melindungi anak dari kemungkinan buruk yang akan terjadi akibat kebiasaan buruknya.

Semoga informasi diatas dapat berguna bagi anda dan keluarga

Salam sehat,

Read More
Untitled design

Cadel ? Yuk coba tengok giginya..

drg. Adianti

Apakah anda pernah mendengar apa itu dyslalia? Dyslalia atau cadel adalah permasalahan pada artikulasi atau pengucapan kata yang disebabkan oleh adanya kondisi yang tidak sempurna pada organ artikulasi.

Apa saja organ artikulasi itu ?

Organ artikulasi terdiri dari gigi, lidah, dan juga bibir. Ketiga kompenen ini harus saling berkerja sama dalam membuat artikulasi atau pengucapan menjadi sempurna.

Menurut penelitian Slotiuk (1977), dyslalia lebih sedikit terjadi pada anak-anak yang memiliki susunan gigi geligi yang baik

Nah, Pernahkah terpikir oleh anda bahwa cadel tersebut disebabkan karena posisi gigi yang tidak baik?

Pada kondisi dyslalia atau cadel, terjadi karena kegagalan atau anomali dari salah satu dari 3 serangkai bibir, lidah, dan gigi.

Bagaimana kondisi gigi yang dapat menyebabkan dyslalia ?

Penelitian Farronato dkk tahun 2012 yang diterbitkan oleh European journal of paediatric dentistry menunjukkan bahwa ada beberapa tipe susunan gigi yang berpotensi kuat untuk menyebabkan dyslalia.

Kondisi ini terjadi pada orang-orang yang gigi atas dan bawahnya tidak dapat tertutup (terbuka), orang dengan kondisi jarak gigi atas dan bawah jaraknya jauh (gigi atas maju ke depan, tongos), dan pada orang dengan kondisi gigi atas menutupi gigi bawah pada saat gigi dikatupkan.

Tahukah anda, diantara 26 huruf, yang paling rentan terkena dampak dari susunan gigi geligi ini adalah huruf “S”.  Nah, untuk anda yang kondisi giginya seperti yang disebutkan di atas, coba ucapkan huruf S dan bandingkan dengan orang lain.. Terlihat ada perbedaan?

Apakah dyslalia ini bisa diperbaiki?

Nah, disinilah fungsinya perawatan ortodonti atau kawat gigi. Jadi, siapa bilang perawatan orto atau kawat gigi itu untuk kecantikan semata??

Salam sehat,

Read More
Skip to toolbar